PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Saba Desa di Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis 7 September 2023.
Kegiatan berupa advokasi penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu dilakukan karena melihat data kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2022 sebanyak 600 korban di Provinsi Banten.
Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Banten Yayah Rukhiyah mengatakan, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Banten ini merupakan program P2TP2A Provinsi Banten.
“Program ini harus ke saba desa, karena desa kan yang enggak pernah tersentuh giat sosialisasi selama ini. Baru dijajaran tingkat kabupaten sementara desa itu belum sampai,” katanya.
Pada kegiatan tersebut, kata dia, banyak masyarakat yang belum mengetahui P2TP2A.
“Artinya ini penting kita ke bawah,
sosialisasi mencegah bagaimana terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kan banyak ibu-ibu yang enggak sabar saat datang cobaan kehidupan, dimana suaminya tidak pulang-pulang yang padahal sedang cari nafkah nah itu harus sabar,” katanya.
Kemudian tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banten ini sedang marak. Berdasarkan data laporan selama tahun 2022 itu hampir 600 korban kekerasan perempuan dan anak.
“Dari data itu artinya kami di sini berangkat bagaimana upaya melakukan pencegahannya yang harus lebih banyak. Kalau penanganannya sudah ada, tapi pencegahan ini belum, nah ini kan kalau di kampung di desa itu kan tidak pernah tersentuh, padahal kan ketika ditanya langsung ada, ada banyak, banyak, nah itu penting bagi kita advokasi,” katanya.
Disinilah, dijelaskan Yayah, peran P2TP2A, untuk pencegahan terhadap perempuan dan anak. Apalagi terhadap anak.
“Terutama ancaman gatget luar biasa, fornografi bisa masuk dengan mudah ke ranah itu. Sehingga ketika mereka disentuh dengan sosialisasi ini mudah – mudahan, kesadaran ibu dalam mendidik anaknya menjadi lebih baik menghadapi cobaan rumah tangga lebih terminimalisir, itulah upaya kita dalam rangka Saba Desa ini,” katanya.
Ketua P2TP2A Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan, kegiatan ini sosialisasi pencegahan kekerasan baik itu fisik, psikis maupun seksual dari P2TP2A kepada masyarakat.
“Kami melihat dengan banyaknya kasus – kasus khususnya Kabupaten Lebak dan Pandeglang, tentunya ini membuat kami P2TP2A, harus segera dan masif melaksanakan kegiatan sosialisasi. Kami merasa sangat terpukul dan sedih sekali, melihat berita – berita bahwa masih banyak masyarakat terutama perempuan dan anak menjadi korban baik itu seksual maupun kekerasan,” katanya.
Oleh karena itu biasanya, P2TP2A melaksanakan kegiatan sosial biasanya di kantor-kantor saja.
“Tapi saat ini kami betul – betul langsung masuk menyapa masyarakat ke desa. Agar masyarakat betul – betul tahu, apa saja bentuk kekerasan,” katanya.
Selain itu juga , Undang – Undangnya seperti apa saja dan sanksi nya apa saja. Apabila masyarakat, atau siapapun pelaku atau calon pelaku, melakukan aksi kekerasan ini.
“Saya berharap kejadian – kejadian yang sering terjadi bahkan, terakhir saya mendengar di Kabupaten Lebak, kembali terjadi kasus kekerasan seksual, dari guru ngaji kepada santrinya. Oleh karena itu insyaallah di hari Jumat (8 September 2023) saya selaku Anggota Komisi III DPR RI pun akan melaksanakan kegiatan rapat dengan Kapolres Lebak, Kapolres Pandeglang, Kajari Lebak dan Kajari Pandeglang untuk membahas sejauh apa hal – hal sudah dilakukan oleh Polri dan juga Kejaksaan, dalam rangka mencegah atau menindaklanjuti kasus – kasus khususnya terkait dengan perempuan dan anak ini,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











