SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,1 miliar untuk pembayaran tagihan listrik dari 300 panel untuk penerangan jalan umum (PJU) di Kota Serang.
Dari anggaran sebesar Rp5,1 miliar untuk satu tahun itu, setidaknya dibutuhkan sebesar Rp430 juta per bulannya untuk membayar listrik PJU di Kota Serang.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Hardi Purnomo menjelaskan, pihaknya telah menganggarkan sekitar Rp5,1 miliar untuk pembayaran PJU dan sudah dimasukkan ke dalam daftar pelaksanaan anggaran (DPA).
Menurutnya, anggaran tersebut menurun apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp450 juta per bulannya, atau sebesar Rp5,4 miliar.
“Tahun kemarin, secara total dianggarkan sekitar Rp5,4 sampai Rp5,6 miliar dalam setahun. Tapi, tahun ini dalam DPA dianggarkan Rp5,1 miliar. Jadi, turun kalau dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Senin 15 Januari 2024.
Ia menuturkan, penyebab penurunan jumlah anggaran itu lantaran tagihan listrik pada setiap bulannya tidak mencapai Rp450 juta.
“Tapi sebenarnya, anggaran Rp450 juta sebulan ini terpakai. Karena biasanya, ada developer yang meminta pengalihan setiap triwulan. Itu selalu ada permintaan dari pengembang perumahan untuk pengalihan penerangan jalan, maka tagihan dibebankan kepada kami,” tuturnya.
Dijelaskan dia, tagihan listrik diperuntukkan PJU yang tersebar di Kota Serang pada tahun 2024 hanya sebesar Rp420 hingga Rp430 juta per bulannya.
Kendati demikian, terdapat beberapa pekerjaan yang bersifat mendesak, sehingga harus ada pengeluaran menjadi sekitar Rp450 jutaan per bulannya.
“Makanya sekarang (Anggarannya) jadi turun, karena memang tagihan tidak sampai Rp450 juta sebulan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Serang Ikbal mengatakan, secara keseluruhan PJU di Kota Serang yang terpasang sebanyak 1.521 titik, khusus di jalan kota. Sedangkan di jalan lingkungan terdapat 1.414 titik yang terpasang, dan tagihan listriknya dibebankan kepada Dishub.
“Jadi itu untuk sekitar 2.000-an lebih tagihan listrik dari 300 lebih panel,” ucapnya.
Ia mengatakan, Dishub saat ini diminta untuk fokus melakukan pemasangan dan pemeliharaan PJU di jalan-jalan utama. Pasalnya, apabila dilakukan secara menyeluruh, membutuhkan biaya yang tidak sedikit maka ada difokuskan pada jalan perkotaan terlebih dahulu.
“Makanya nanti akan diselesaikan selama setahun, atau bertahap, bergantung dari pimpinan. Memang, pak Pj ini realistis dan memfokuskan di jalan utama dulu,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi











