LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Nasib kurang beruntung harus dialami Sidik (70), warga Desa Sukadaya, Kecamatan Cikukur Kabupaten Lebak, yang mengidap penyakit Tuberkulosis (TBC). Ia harus tinggal di rumah tak layak huni dan melakukan pengobatan seadanya.
Saat ini, Sidik, tinggal bersama istri dan lima orang anakanya di rumah panggung yang terbuat dari bambu. Bersama keluarganya, Sidik dirawat secara sederhana.
Saat ditemui di kediamannya, Anis (65), istrinya, menceritakan bahwa suaminya tersebut sudah lama ini mengidap TBC. Kesehariannya hanya terbaring lemah di tempat tidur tanpa kasur.
“Suami saya sudah lama sakit, tidak bisa apa-apa, makan saja saya yang suapin,” kata Anis saat berada di rumahya, Selasa, 7 Mei 2024.
Ia mengungkapkan, di tengah keterbatasan, dirinya hanya bisa mengandalkan pekerjaan sebagai buruh tani, demi meafkahi keluarga dan membeli kebutuhan makan.
“Jadi buruh tani, ke sawah ya. Kadang mengandalkan dari anak yang sudah kerja, jadi seadanya aja,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan sehari-hari Anis, yang bekerja sebagai buruh harian di sawah hanya mendapatkan upah jauh dari kecukupan “Sehari cuma Rp 25.000 itu pun kalau ada yang nyuruh,” ucapnya.
Sementara itu, Dudi warga setempat berharap ada orang yang bisa membantu beban hidup dari keluarga Sidik yang mengalami penyakit TBC akut.
“Semoga ada uluran tangan orang baik, yang bisa membantu beban keluarga bapak Sidik, karena kondisinya sangat memprihatikan ya,” tuturnya.
Selain itu, Sidik dan kelima anaknya harus tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan dan rawan roboh karena terbuat dari bambu.
“Kalau malam hujan pasti saya tidak tidur sampai hujan reda. Kadang anak-anak tidur terkena air hujan,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











