PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Kebakaran masih mendominasi bencana di Kabupaten Pandeglang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang mencatat sudah terjadi 10 kebakaran dari awal Januari hingga Mei 2024.
Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Endan Permana, mengatakan kebakaran masih mendominasi di Pandeglang. Penyebab kebakaran umumnya korsleting listrik dan kebocoran tabung gas.
“Ya kalau total keseluruhan dari bulan Januari hingga Mei 2024 itu ada 10 kejadian, dibandingkan dengan tahun sebelumnya lebih meningkat sekitar ada 20 kejadian,” ungkapnya, Rabu 29 Mei 2024.
Ia menyampaikan bahwa kerugian material akibat kebakaran yang terjadi sepanjang 2024 tersebut diperkirakan mencapai Rp350 juta, mengingat besarnya kobaran si jago merah.
Menurutnya, frekuensi kebakaran lebih tinggi dibandingkan bencana lainnya seperti banjir dan pohon tumbang yang hanya terjadi saat musim hujan dan angin kencang.
Ia menambahkan, pada tahun 2023, kebakaran yang terjadi bukan di permukiman atau bangunan, melainkan kebakaran lahan akibat musim kemarau panjang.
“Kalau musim kemarau tahun sebelumnya itu sekitar ada 28 kejadian,” katanya.
Ia melanjutkan, pihaknya sudah mengingatkan masyarakat melalui sosialisasi terkait pencegahan bahaya kebakaran, agar lebih waspada.
“Tahun kemarin juga kita ada semacam sosialisasi untuk pencegahan bahaya kebakaran, yang diikuti oleh anggota satlinmas dan masyarakat, jadi di situ kita mengimbau agar selalu berhati-hati ketika pemasangan jaringan listrik jangan sampai kapasitasnya berlebihan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











