SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Harga gabah di Kabupaten Serang mulai mengalami peningkatan harga signifikan. Hal itu diakibatkan lantaran stok gabah yang mulai menipis akibat masa panen di Kabupaten Serang yang sudah berakhir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suharjo mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Serang. Hasilnya terdapat peningkatan untuk harga gabah di Kabupaten Serang.
“Pada saat panen raya harga gabah sangat murah Rp4700 per kilogram, sekarang per kilogramnya Rp7300. Otomatis harga berasnya Rp11-12 ribu, harga yang premium bisa nyampe Rp14 ribu,” katanya, Rabu 12 Juni 2024.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga gabah disebabkan lantaran stok gabah di petani yang sudah mulai menipis akibat berakhirnya masa panen dan beralih ke masa tanam. Bahkan kenaikan harga gabah diprediksi terjadi hingga musim panen berikutnya.
“Harga gabah mulai naik karena musim panen sudah berlalu, sekarang masuk masa tanam lagi sehingga stok mulai menipis. Perkiraan harga gabah tinggi sampai ke masa panen berikutnya. September mulai panen lagi, baru mulai turun lagi,” tegasnya.
Ia mengatakan, terjadinya hal tersebut diakibatkan lantaran para petani di Kabupaten Serang tidak memiliki lumbung pangan yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen.
Padahal apabila para petani memiliki lumbung pangan, mereka bisa menyimpan hasil panen mereka ketika harga gabah anjlok.
“Ini kelemahan orang-orang, begitu panen ga nyimpen buat cadangan pangan sendiri semua panen dijual ga pernah sampe ke rumah langsung dijual. Padahal kalau ada limbung pangan, pada saat harga naik, cadangan pangan ini bisa dipakai, begitu panen ini kita bisa isi lagi,” tegasnya.
Ia pun menargetkan agar nantinya setiap desa di Kabupaten Serang bisa memiliki lumbung pangannya masing-masing sehingga bisa mengelola hasil panennya.
“Saya ingin tiap desa ada lumbung pangan desa, jadi disisihkan setiap panen minimal 10-20 persen masuk ke lumbung pangan desa. Tahun 2022 lalu kita sudah ada 8 kelompok di 8 desa yang sudah kita bangun lumbung pangannya. Tahun 2023 ada 4, jadi total ada 12 desa, yang mandiri ada juga,” tegasnya.
Kendati harga gabah melonjak, pihaknya memastikan jika stok beras jelang Idul Adha ini masih relatif aman. Namun untuk mengatasi kenaikan harga yang tidak terkendali, pihaknya nantinya akan menggelar operasi pasar.
“Mungkin nanti akan kita laksanakan operasi pasar, dan lain sebagainya dengan Diskoperindga dan Bulog. Hitungan stok kita aman, karena panen sampai dengan bulan ini kita sudah panen sekitar 40.607 hektare atau menghasilkan gabah sekitar 231.900 ton atau sekitar 40 persen dari target tahunan kita,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











