TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Indonesian Housekeeper Association (IHKA) BPD Banten kini tengah fokus mengatasi masalah sampah organik perhotelan di Kota Tangerang.
Hal tersebut dilakukan guna membantu Pemkot Tangerang menekan volume sampah rumah tangga yang akan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.
Ketua IHKA Banten Slamet Suprianto mengatakan, dalam kegiatan Hari Ulang Tahunnya yang ke-4, pihaknya meminta agar para Executive Housekeeper untuk melakukan pemilahan sampah.
“Dalam kegiatan ini kami mendorong peran Executive Housekeeper untuk memilah sampah. Sedangkan IKHA Banten approaching ke DLH. Ya dimulai dari sampah organiknya dulu,” ujarnya.
Mengenai teknis, sambung Slamet, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.
“Kami serahkan ke DLH nanti sifat teknisnya seperti apa. Pendekatannya kami akan mendatangi hotel-hotel yang berada di Kota Tangerang untuk meyakinkan bahwa limbah organiknya bisa kami olah,” tambahnya.
Adapun pola kerjasamanya, sambung Slamet, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan petani magot di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang untuk ketersediaan bahan baku pakan magot yang berasal dari sampah organik perhotelan.
“Kami sudah bekerja sama dengan petani magot di Mauk. Ada simbiosis saling menguntungkan. Dari sisi hotel dapat mengurangi sampah organiknya, sedangkan petaninya dapat pakan magot gratis dari hotel,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga dalam waktu dekat akan menjalin komunikasi dengan pihak DLH untuk masalah pengelolaan sampah organik. Terlebih DLH Kota Tangerang telah mengembangbiakan magot untuk mengurai sampah organik.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Bappenas RI, jumlah makanan yang terbuang yang berasal dari sampah perhotelan bisa memenuhi konsumsi makan 61-125 juta orang. Atau 29-47 persen jumlah penduduk Indonesia.
Editor: Mastur Huda











