PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Siswa SDN Pasirkadu 1, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang numpang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tiga Majlis Taklim dan Posyandu.
Itu sesuai perintah dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang agar KBM SDN Pasirkadu 1 direlokasi atau dipindahkan ketempat lebih aman dengan menjauhi lokasi proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang.
Sebab kondisi bangunan SDN Pasirkadu 1 sudah tidak memungkinkan untuk kegiatan KBM karena ada banyak alat berat tengah melaksanakan pengerjaan proyek Jalan Tol Serang-Panimbang. Serta kondisi bangunan sudah mengalami retak-retak sehingga dikhawatirkan ambruk menimpa anak-anak dan dewan guru.
Selain itu KBM juga terganggu dengan debu dan suara dari aktivitas alat berat. Oleh karena itu, terhitung pada hari Senin, 29 Juli 2024, KBM SDN Pasirkadu 1 dipindah menumpang di Majlis Ta”lim dan posyandu.
Menurut Guru Kelas 6 SDN Pasirkadu 1 Sakim mengatakan, pada saat ini siswa SDN Pasirkadu 1 melaksanakan KBM di Majlis Ta’lim. “Jadi kita belajar di tiga Majlis Talim, dan kemudian di Posyandu satunya,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Desa Pasirkadu 1, Kecamatan Sukaresmi, Rabu, 31 Juli 2024.
Sakim mengungkapkan, belajar di Majlis Ta’lim tidak membuat siswanya kendur dalam belajar. Sebagai guru ia tetap memberikan motivasi kepada anak agar tetap semangat. “Walaupun dimanapun tempat kita belajar. Kita untuk mencari ilmu harus tetap semangat dimana saja,” katanya.
Oleh karena itu, Sakim menjelaskan, kalau ntuk kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar. Hanya saja memang kalau ditempat sebelumnya mengenakan kursi dan meja tapi di tempat sekarang harus ngampar. “Jadi anak-anak belajar ngampar di lantai. Ada yang di mengenakan alas karpet dan lantai keramik,” katanya.
Relokasi KBM menggunakan Majlis Ta’lim dan satu posyandu merupakan hasil musyawarah bersama. “Jadi pada hari Sabtu kemarin itu, yang awalnya mau pindah KBM menumpang di SDN Pasirkadu 4, tidak jadi. Karena wali murid menolak dan meminta agar KBM dilaksanakan di Majlis Talim, dan posyandu,” katanya.
Majlis Ta’lim dan posyandu menjadi pilihan karena memang orangtua ingin anaknya sekolah dekat rumah. Kemudian tidak melaksanakan KBM sepulang dari siswa SDN Pasirkadu 4 yakni siang sampai sore hari.
“Orang tua menolak karena kalau sekolah sampai sore hari maka anaknya tidak dapat mengikuti belajar di Madrasah,” katanya.
Atas pertimbangan itu, orangtua menolak anaknya dipindah ke SDN Pasirkadu 4 karena kejauhan dan nantinya tidak bisa sekolah Madrasah.
“Kalau soal kejauhan sebetulnya dari pihak pelaksana proyek menawarkan transportasi antar jemput. Namun orang tua tetap menolak dan lebih memilih menempati Majlis Ta’lim dan posyandu karena dekat rumah,” katanya.
Salah satu siswi kelas 3 SDN Pasirkadu 1 Titi Cantika mengaku, senang belajar pindah dari bangunan lama ke Majlis Ta’lim. “Kayak senang, enggak ada yang ganggu (aktivitas proyek pembangunan jalan tol). Belajar di sini kayak nyaman aja,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











