SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah mendata jumlah sawah yang terkena hama Wereng Batang Coklat (WBC) di wilayahnya.
Dari seluruh laporan yang masuk, ada sebanyak 71 Hektare sawah yang terdampak akibat serangan hama wereng dengan kategori ringan.
Sekretaris DKPP Kabupaten Serang, Yuli Saputra mengatakan, 71 hektare yang terkena hama wereng tersebar di beberapa wilayah, seperti di Pontang 0,5-1 hektare, Ciruas Desa Penggalang sekitar 1 hektare.
“Itu menyebar di beberapa kecamatan ada yang satu, dua hektare per kecamatan nya belum begitu luas serangan WBC,” katanya, Jum’at Agustus 2024.
Ia mengungkapkan, hama wereng dapat menyerang padi di semua usia, baik semaian, fase vegetatif, generatif. Untuk itu, ini pihaknya hanya bisa melakukan upaya pengendalian. Ia mengatakan, apabila tidak ditangani dengan baik, bisa berdampak burik bagi tanaman padi.
“Itu yang sangat ditakutkan oleh petani, makanya ketika lihat spotnya ada satu titik dengan luasan berapa pun kita langsung stop. Seperti hari ini begitu ada setengah hektar di Pontang langsung dilakukan pengendalian,” tuturnya.
Ia mengatakan, ada sejumlah ciri ketika padi terserang hama wereng, yakni menyebabkan tanaman seperti terbakar. Apabila itu dibiarkan bisa meluas dalam hitungan malam. “Apalagi bila petakannya berdekatan dengan dan tidak ada space dari pertanaman tersebut maka cepat menyebar,” terangnya.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan gerakan pengendalian (Gardal). Gerdal harus dilakukan dengan cepat sebab pada Agustus ini, mayoritas padi di Kabupaten Serang akan mulai panen.
“Alhamdulillah dengan pengendalian tidak sampai meluas kemana mana. Hampir semua kecamatan mendekati panen se-Kabupaten Serang, bahkan ada yang sudah panen, hampir 10 ribu hektare hendak panen ada juga yang sudah mulai panen,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











