SERANG, RADARBANTRN.CO.ID – Permintaan melon masih sangat tinggi, terutama untuk jenis melon golden. Hal itu dirasakan langsung oleh Oji Fauji, petani melon golden asal Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.
Ia meraup omzet ratusan juta rupiah karena tingginya permintaan pasar untuk jenis melon golden yang ia budi dayakan. Bahkan, seluruh hasil panennya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Oji mengatakan, untuk menanam melon jenis golden di tanah seluas kurang lebih 3.500 meter tersebut, ia menyediakan modal sebesar Rp 40 juta rupiah.
Hasilnya, kurang lebih ada sebanyak 4.500 pohon melon yang berhasil ditanam.
“Ini kita tanam dua bulan yang lalu, untuk proses budi dayanya kita dari semai dari biji benih, kemudian setelah umur seminggu baru kita tanam. Sampai terhitung 70 hari melon ini bisa panen,” katanya, Senin, 21 Oktober 2024.
Ia menjelaskan, hasil panen tahun ini cukup maksimal, bahkan mencapai kurang lebih sebanyak tujuh ton melon golden.
Untuk harganya sendiri, pihaknya menjual dengan harga Rp 20 ribu per kilogramnya.
“Untuk harga jual kita bisa langsung ke konsumen yang datang ke sini sekitar Rp 20 ribu per kilogramnya. Kita penen sekitar tujuh ton buah melon madu dan omzet kita bisa ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Oji mengaku, untuk kebutuhan melon golden di pasar masih sangat tinggi. Bahkan, produksi petani di Kabupaten Serang belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.
“Untuk penjualan ada beberapa pengepul juga yang suka datang ke sini, jadi kita tidak perlu repot-repot menjual hingga ke luar kota. kebutuhan di pasar sangat besar, cuma sayangnya kita dari petani belum bisa memenuhi permintaan pasar yang tinggi itu,” paparnya.
Editor: Agus Priwandono











