SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Komunikasi informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) akan melakukan pengecekan terhadap alat penguat sinyal yang sudah di pasang di 63 titik yang blank spot.
Alat penguat sinyal tersebut sebelumnya telah dipasang pada saat pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kepala Dinas Komunikasi informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Haerofiatna, mengungkapkan, pada saat pelaksanaan Pemilu 2024 lalu, pihaknya sudah memasang sebanyak 63 alat penguat sinyal yang dipasang di lokasi yang kesulitan sinyal.
“Ini akan kita cek kembali agar alat-alat yang telah terpasang benar-benar berfungsi dengan baik. Lalu nanti pada saat Pilkada nanti, tidak ada permasalahan yang terjadi pada alat sehingga berjalan lancar,” katanya, Senin, 21 Oktober 2024.
Ia mengungkapkan, ada sebanyak 10 kecamatan yang dipasangi alat penguat sinyal. Di antaranya, Kecamatan Mancak, Pabuaran, Gunungsari, Bojonegara, Puloampel.
“Tidak terlalu banyak memang karena berkaitan dengan demografi, biasanya terletak diatas pegunungan dan pepohonan yang mengakibatkan sulitnya menangkap sinyal,” jelasnya.
Selain memasang di 63 titik blank spot, pihaknya juga berencana akan kembali menambah alat penguat sinyal yang dipasang di beberapa lokasi yang penting.
“Kita sedang meminta bantuan ke Kementerian Kominfo Fisat namanya. Itu akan kita kita pasang di palang pintu kereta api untuk CCTV dan lain sebagainya dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan,” jelasnya.
Ia mengaku, tengah gencar memasang alat penguat sinyal di Kabupaten Serang untuk menunjang smart city di Kabupaten Serang.
“Kita butuh untuk menunjang pekerjaan-pekerjaan di pemerintah daerah dan dibutuhkan juga oleh masyarakat. Kita juga ingin menyambut smart city yang kita ambil di satu dimensi yakni smart governance,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











