PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Pandeglang ternyata masih memiliki ratusan titik yang tidak terjangkau sinyal seluler atau blank spot.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Pandeglang, Johanas Waluyo mengatakan, berdasarkan data pada akhir 2023, terdapat 156 titik di wilayah Kabupaten Pandeglang masih ada yang tidak terjangkau sinyal seluler.
“Itu seratus lima puluh enam titik yang tersebar di 35 kecamatan di Pandeglang ini yang masih blank spot. Dalam hal ini blank spot nya itu tidak adanya jaringan 4G biasanya dari sinyal BTS provider kemudian ada lagi satu yang tidak ada jaringan internet wifi,” ungkapnya, Minggu 27 Oktober 2024.
Dikatakannya, justru saat ini yang Diskomsantik Kabupaten Pandeglang amati sudah banyak jaringan internet wifi yang masuk ke tiap desa atau kampung namun itu masih belum sepenuhnya merata.
“Kan itu memang ada beberapa wilayah yang sudah tersambung jaringan kabel fiber optik, dan ada yang tidak. Kalau jaringan yang sudah terlintasi kabel fiber optik (FO) mungkin wifi nya sudah masuk ke kampung atau desa, tapi kalau yang tidak memiliki jaringan FO mungkin tidak ada jaringan wifi nya,” katanya.
“Tapi kalau untuk yang jaringan 4G itu yang kami data ada 156 titik yang ada di Kabupaten Pandeglang hampir di semua kecamatan belum tersentuh jaringan 4G,” sambungnya.
Ia menjelaskan pihaknya sudah berupaya dari sejak dulu sampai adanya program bakti Kominfo pihaknya mengusulkan ke pemerintah pusat untuk penambahan Base Transceiver Station (BTS) agar daerah yang blank spot dapat berkurang.
“Kalau yang bakti Kominfo kita tidak mendapatkan program, tapi di waktu dua bulan kemarin itu ada teman-teman pelaksana dari Kominfo pusat sedang melakukan pemasangan wifi gratis jumlahnya kita enggak tahu berapa dan bahkan mereka datanya punya sendiri dari mulai Kecamatan Cadasari sampai dengan Sumur,” jelasnya.
Ia menyampaikan mungkin dengan upaya pemasangan jaringan wifi gratis itu dapat membantu mengurangi jumlah titik blank spot yang ada di daerah tersebut.
Meskipun demikian, jangkauan wifi berbeda dengan jangkauan sinyal 4G. Wifi hanya dapat menjangkau area sekitar titik pemasangan, sementara sinyal 4G mampu menjangkau puluhan kilometer.
“Jika kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pusat, terutama di era pemerintahan baru ini, kami berharap pemerintah pusat dapat mengurangi jumlah titik blank spot di wilayah Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa akses terhadap teknologi dan informasi sangat penting, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Oleh karena itu, diharapkan penambahan jaringan 4G dan akses wifi dapat segera terealisasi, sehingga jumlah titik blank spot dapat berkurang.
“Kondisi paling parah terjadi di wilayah selatan, seperti di Kecamatan Sumur, Cibitung, Cimanggu, Mekarjaya, Panimbang, dan Cikeusik. Bahkan, di wilayah kota, seperti di Kelurahan Kalangannyar, masih terdapat titik yang kurang terjangkau. Hal ini disebabkan oleh jumlah titik Base Transceiver Station (BTS) yang masih kurang dan pemasangan fiber optik yang terbatas di beberapa desa atau kampung yang jauh dari pusat kota atau kecamatan,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia











