TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Calon Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjawab pertanyaan panelis debat kandidat terkait wilayah Tangsel yang diselimuti banyak proyek strategis nasional, namun tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya.
Proyek strategis nasional ini misalnya keberadaan pengembang internasional, BSD City di wilayah Tangsel hingga keberadaan jalan Provinsi yang terkoneksi dengan proyek strategis nasional milik pemerintah pusat, seperti Jalan Arya Putra, Jalan Raya Jombang, Jalan Otto Iskandar Dinata, Jalan Haji Usman, Jalan Siliwangi, Jalan Puspiptek, Jalan Surya Kencana, dan Jalan Pondok Cabe Raya.
Benyamin menegaskan, Pemkot Tangsel dan masyarakatnya harus mendapatkan dampak positif dari penetapan BSD City sebagai proyek strategis nasional. Ia menyatakan akan memaksimalkan penerimaan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada BSD City.
“Pembrian CSR bagi masyarakat di wilayah Tangsel yang terlampaui dalam proyek-proyek tersebut demikian juga dengan penerimaan sektor tenaga kerjanya,” ujar Benyamin dalam debat kandidat kedua disiarkan Kompas TV, Kamis 21 November 2024.
Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel harus melibatkan diri di proyek-proyek strategis nasional, mulai dari aspek perencanaan, aspek persiapan, pelaksanaan, sampai kepada aspek pengawasan.
“Kemudian, kami juga harus menyiapkan masyarakat jika pada waktunya nanti proyek strategis nasional ini akan dijalankan di Tangsel, masyarakat bisa terlibat,” ujarnya.
Sementara itu calon Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan menambahkan, untuk melindungi masyarakat dari gempuran proyek strategis nasional yang tidak berpihak kepada kesejahteraan, ia akan membuat program Kampung Membangun.
“Ini penting sekali untuk membangun masyarakat di kampung kota bagaimana kami saat ini berfokus menangani masalah saluran rumah untuk masyarakat tidak mampu, lalu juga ada program Tangsel terang, bagaimana semua daerah Tangsel diterangi, juga terkait masalah masalah ekonomi lainnya,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya










