SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Perhubungan (Dishub) Banten pada tahun 2025 ini menganggarkan Rp10 miliar untuk memasang 1.300 Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan yang merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Banten.
Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta keamanan di jalan-jalan utama dan daerah pemukiman.
Tri menyebut, pengadaan PJU ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang rawan kecelakaan serta daerah yang minim penerangan, terutama di jalur-jalur yang belum terjangkau sistem penerangan jalan.
Anggaran yang dialokasikan diharapkan dapat mencakup pembelian dan pemasangan lampu jalan di berbagai titik strategis.
“Saat ini kita punya empat ribu PJU yang sudah terpasang, dan insyaAllah tahun ini kita sudah anggarkan 1.300 PJU,” kata Tri Nurtopo, Senin 6 Januari 2025.
Dikatakannya, setiap tahunnya, Dishub selalu menganggarkan PJU baru, seperti di tahun 2024 sebanyak 870 PJU. 2023 sebanyak 600 PJU. Dan di tahun ini, pihaknya sengaja menganggarkan lebih banyak PJU, karena penambahan-penambahan itu masih jauh dari kata cukup. Sebab, masih banyak sejumlah daerah di Banten yang masih tidak diterangi PJU.
“Ruas jalan Provinsi itu ada 800 Kilometer (km) dan jika dalam satu km-nya harus dipasang 25 PJU, maka kiranya kita butuh 19 PJU,” ungkapnya.
Menurutnya, 1.300 PJU yang akan dipasang pada tahun ini akan difokuskan kepada jalur wisata seperti di Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang. Dan ruas jalan yang naik kelas, yang sudah selesai pengerjaannya. Dalam artian sudah ada kepastian tidak akan ada pelebaran jalan.
“Meskipun anggaran kita terbatas. Tapi kita akan lakukan pengadaan secara berjenjang agar lambat laut kebutuhan itu bisa tertutupi,” tuturnya.
Sebelumnya, Sandi (25) warga Kabupaten Pandeglang mengeluhkan minimnya PJU di wilayah Kabupaten Pandeglang baik di jalan kewenangan Pemkab Pandeglang maupun Pemprov Banten. Katanya, minimnya PJU membuat para pengendara termasuk dirinya tidak nyaman, untuk berkendara di malam hari.
“Seperti jalan menuju pantai Carita, atau Anyer. Itu gelap pa, buat bahaya pengendara. Karena kalau kita tidak fokus, bisa bisa nabrak lubang. Kita juga takut ada begal kalau gelap begini,” katanya.
Dirinya berharap, pemerintah dapat segera menindaklanjuti dengan memberikan penerangan jalan yang memadai, khususnya di jalur pariwisata.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











