TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Perumahan Pamulang Permai Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, terbakar, seluruh aktibitas pengelolaan MBG dihentikan sementara.
Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0506/Tangerang, Letkol Infantri Ary Sutrisno mengungkapkan, pihaknya menghentikan sementara aktivitas pengelolaan MBG, sehingga penyaluran makan bergizi gratis di wilayah Pamulang belum bisa dilakukan.
“Untuk smentara karena perbaikan di lokasi SPPG agar lebih maksimal, penyaluran makan bergizi ditunda dahulu,” ujar Ary dihubungi melalui telepon, Kamis, 20 Februari 2025.
Ary mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan dapur umum SPPG Pamulang dapat diaktifkan kembali, karena saat ini prioritas utama adalah merelokasi dan merevitalisasi dapur umum yang terbakar.
“Kami fokus untuk perbaikan dulu ya, nanti kalau sudah beres, kami jalankan lagi,” jelas Ary.
Menurut Ary, di Tangsel sudah berdiri empat dapur umum, di antaranya, dua di Kecamatan Serpong, satu di Kecamatan Ciputat, dan satu di Kecamatan Pamulang yang terbakar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni mengatakan, dapur umum SPPG Pamulang menyuplai paket MBG untuk lima sekolah. Yakni, SDN Pamulang 01, SD BPI, TK Pertiwi, TK Pembangunan, MTSN Panulang.
Kelima sekolah ini tiap harinmenerima makan bergizi gratis dari SPPG Pamulang.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di dapur umum SPPG Panulang terjadi pada Selasa, 18 Februari 2025, sekitar pukul 02.43 WIB.
Komandan Pleton (Danton) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel, Gunawan mengatakan, rumah yang dijadikan dapur Program MBG itu milik Pipit.
“Objek atau bangunan yang terbakar adalah dapur masak. Persentase yang terbakar mencapai 40 persen,” ujar Gunawan.
Gunawan mengatakan, penyebab kebakaran sementara diduga karena kebocoran gas pada saat proses memasak.
“Tidak ada korban akibat kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta lebih,” ujar Gunawan.
Gunawan mengatakan, saat kebakaran, bahan makanan juga tidak terbakar.
Gunawan mengatakan, api baru bisa dipadamkan satu jam dari laporan diterima.
“Kami kerahkan dua unit mobil Damkar dan sembilan personel,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











