CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Kota Cilegon mendesak pemerintah Kota Cilegon untuk segera menyelesaikan utang-utangnya.
Ketua BEM STAK, Syafa’tul Amin berharap Pemerintah Kota Cilegon tidak menunda-nunda dan segera membayarkan utangnya terhadap pihak ketiga, apalagi mengingat pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cilegon sudah lebih dari cukup untuk membayar kewajiban tersebut.
PAD Kota Cilegon hingga pertengahan Februari 2025 sudah lebih dari Rp140 miliar, yang berasal dari berbagai sektor seperti pajak bumi dan bangunan (PBB), Pajak Tenaga Listrik, dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Sedangkan kewajiban kepada pihak ketiga hanya di kisaran Rp116 miliar.
Karena itu Aat menilai tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pembayaran utang untuk pihak ketiga, dan utang pemerintah lainya.
“PAD saat ini kan sudah, Saya berharap untuk Pemkot Cilegon untuk segera menyelesaikan seluruh persoalan utang piutang yang sampai saat ini belum terselesaikan, “ ucap Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon, Syafa’atul Amin, Kamis (27/2).
Pemuda yang lebih dikenal dengan Aat ini menekankan pembayaran utang oleh Pemkot, terutama berkaitan honor guru honorer yang sampai hari ini belum menemukan titik terang.
“Apalagi persoalan guru honorer yang sampai saat ini belum di bereskan, yang mana hal ini adalah prioritas utama yang harus segera di selesaikan karena menyangkut kesejahteraan masyarakat Cilegon, “ tambahnya.
Aat juga menegaskan jikalau pun ada penundaan pembayaran, mesti ada penjelasan dari Pemerintah Kota Cilegon, pemerintah harus terbuka, transparan dalam perkara penyelesaian utang ini.
“Saya kira kalaupun masih menunda harus dengan alesan yang jelas dan konkrit kenapa sampai bisa tertunda seperti itu dan harus segera dituntaskan segala permasalahan yang bisa jadi faktor penunda nya, dan Saya berharap kepada pemerintah untuk bergerak secara cepat untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada karena menyangkut kesejahteraan masyarakat, “ pungkasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











