CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Walikota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa dalam 100 hari kerjanya, ia tidak ingin terburu-buru. Fokusnya adalah menginventarisir persoalan yang ada di masyarakat. Ia menyadari bahwa dengan waktu yang terbatas dan kondisi keuangan yang sulit, dirinya tidak bisa membuat gebrakan besar secara langsung.
Robinsar menjelaskan, ia ingin menyusun program kerja yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. “Polanya adalah kita pengen inventarisir persoalan tadi. Kalau kita bicara 100 hari kerja, ingin sesuatu yang gebrakan memang pengennya kayak gitu, cuma kan waktu juga gitu kan,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utamanya adalah menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Cilegon. “Kita ingin menyusun program itu enggak terburu-buru juga. Kita pengen rigid juga. Kita intinya apa gini? Prinsipnya adalah apa yang kita bangun ke depan itu memang menjadi kebutuhan,” jelas Robinsar.
Sebagai langkah lanjutan, Robinsar berencana turun langsung ke kelurahan-kelurahan. Ia akan bertemu dengan RT, RW, lurah, camat, dan tokoh masyarakat untuk menggali persoalan yang ada. “Kami akan langsung turun ke kelurahan masing-masing. Kami akan bertemu RT RW, dengan lurahnya, dengan Camat, dengan tokoh masyarakatnya, kita ingin diskusi,” pungkasnya.
Editor: Merwanda











