PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Raden Dewi Setiani-Iing Andri Supriadi akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Karena, sampai saat ini PAD dari sektor pariwisata masih minim, yakni Rp8,6 miliar.
Dijelaskannya, sumber PAD dari sektor pariwisata saat ini baru dari pajak restoran, pajak hotel, dan pajak hiburan. Sedangkan retribusi masuk obyek wisata dan parkir kendaraan belum masuk sebagai sumber PAD. Khususnya obyek wisata yang dikelola swasta. Sehingga kepadatan kunjungan wisatawan ke Pandeglang tidak berdampak terhadap peningkatan PAD. Tingginya jumlah wisatawan selama libur lebaran hanya berdampak terhadap peningkatan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).
Asda I Setda Pandeglang Doni Hermawan mengatakan, sektor pariwisata ini memiliki potensi besar dalam upaya meningkatkan PAD Pandeglang. “Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati akan menggenjot PAD. Salah satunya dari sektor pariwisata,” katanya kepada Radar Banten, Rabu 9 April 2025.
Dia mengakui, PAD dari sektor pariwisata masih minim. Padahal, potensi wisata di Kabupaten Pandeglang cukup melimpah. “Minimnya sumber penerimaan sektor pariwisata ini menarik perhatian dari Bupati dan Wakil Bupat,” katanya.
Wakil Bupati Iing Andri Supriadi mengatakan, Dewi-Iing akan segera menggelar rapat khusus membahas potensi PAD dari sektor pariwisata.
“Berdasarkan catatan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pandeglang jumlah obyek wisata yang mengantongi izin dalam menjalankan usahanya baru 17 tempat wisata,” katanya.
Belasan tempat wisata itu sebagian besar di Kawasan Pantai Carita. Sedangkan obyek wisata lainnya sampai saat ini belum memiliki izin resmi dalam menjalankan usahanya.
“Tentunya terkait dengan permasalahan izin di daerah wisata ini bagian dari pekerjaan rumah Dewi-Iing,” ujarnya.
Wabup menegaskan, Dewi-Iing akan mengevaluasi terkait masalah perizinan. Baik perizinan sektor pariwisata maupun sektor lainnya. “Bagi para pemilik wisata dimanapun berada, segera mengurus izin. Kalau tidak, kami akan memberlakukan aturan cukup tegas, seperti penutupan,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda











