TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah telah membangun 162 ribu rumah subsidi sampai April 2025 ini.
Menurut Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Budi Permana, 162 ribu rumah yang telah dibangun itu dimulai sejak 20 Oktober 2024 sampai dengan 15 April 2025.
“Data yang disampaikan BP Tapera, sejak Oktober 2024 sampai dengan sekarang, rumah yang sedang dan sudah dihangun itu kurang lebih sekitar 162 ribu,” ujar Budi dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, 18 April 2025.
Budi mengatakan, sebanyak kurang lebih 62 ribu rumah subsidi sudah diterima oleh masyarakat luas.
Menurutnya, guru, tenaga kesehatan dan wartawan juga diprioritaskan dalam penerimaan rumah subsidi ini.
“Harapannya seluruh segmentasi masyarakat bisa punya hak yang sama. Kemungkinan di bulan Juni-Juli kalau animonya besar teman-teman pengembang membangun perumahannya dengan cepat, itu bisa habis terserap,” jelasnya.
Budi mengatakan, rumah KPR subisidi ini diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang belum sama sekali memiliki rumah dan belum pernah mendapat bantuan perumahan subsidi sama sekali dari pemerintah.
Kemudian, syarat penghasilan dibatasi maksimal Rp 8 juta bagi berkeluarga dan Rp 7 juta masih single.
“Nah, kami saat ini sedang merevisi syarat maksimal penghasilan. Untuk daerah tertentu, penghasilan Rp 8 juta mungkin sudah tidak cukup dan masuk kriteria masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Budi mengatakan, syarat harga rumah yang difasilitasi KPR subsidi di tiap wilayah berbed-besa, misal di Jabodetabek harga rumah KPR subsidi di angka Rp 182 juta.
“Sementara di luar Jabodetabek itu Rp 166 juta. Dengan uang muka satu persen, cicilan Rp 900 ribuan. Jadi saatnya punya rumah, enggak ada alasan enggak bisa, karena DP-nya murah, cicilannya juga murah,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











