SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Serang akan memediasi persoalan kredit aparatur sipil negara (ASN) yang muncul setelah perpindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank BJB ke Bank Banten.
Akibat perpindahan tersebut, gaji para ASN yang sebelumnya mengambil kredit di Bank BJB tidak lagi otomatis terpotong saat mereka mulai menerima gaji dari Bank Banten.
Kondisi ini telah berlangsung selama dua hingga tiga bulan, dengan nilai kredit yang belum terbayar mencapai total sekitar Rp93 miliar.
Walikota Serang, Budi Rustandi, mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah ASN mengenai keterlambatan pemotongan angsuran tersebut.
“Benar, memang belum ada pemotongan otomatis. Karena itu kami ingin ada kerja sama antara Bank Banten dan Bank BJB agar kredit para ASN bisa tetap terbayar tanpa mengganggu administrasi,” ujar Budi pada Jumat, 2 Mei 2025.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara kedua bank agar persoalan ini bisa diselesaikan tanpa merugikan pihak manapun, terutama para ASN.
“Kita akan selesaikan secara musyawarah supaya administrasi kredit ASN lebih mudah, kedua bank harus saling mendukung,” katanya.
Pemkot Serang pun berencana menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) antara Bank BJB dan Bank Banten pada pekan depan.
“Kendalanya sejauh ini lebih ke teknis administrasi. Insya Allah, Senin nanti akan ada penandatanganan PKS untuk memudahkan akses kredit ASN ke depannya,” pungkas Budi.
Editor: Aas Arbi











