SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penderita penyakit kanker di Provinsi Banten terus mengalami kenaikan. Di bulan April 2025 ini, tercatat terdapat 472 kasus kanker baru yang diderita oleh warga Banten.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten dr. Ati Pramudji. Katanya, di tahun sebelumnya terdapat 1.659 orang menderita kanker.
“Ada 472 kasus baru, itu paling banyak kanker servix, payudara, dan paru-paru,” ujar Kadinkes Banten, Jumat 9 Mei 2025.
Dikatakannya, penyakit kanker sendiri telah menjadi penyakit mematikan, dan menjadi penyebab kematian nomor 2 terbesar di dunia. Bahkan, terdapat 240 ribu orang dilaporkan meninggal dunia setiap tahunnya dikarenakan penyakit mematikan ini.
“Kasus kanker setiap tahunnya meningkat dan diprediksi meningkat hingga 70 persen di 2050,” ucapnya.
Hal ini tentu perhatian pemerintah khususnya Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang mengamanatkan untuk dapat meningkatkan RSUD yang berkualitas dan bermutu.
Maka dari itu, pihaknya meresmikan bunker radioterapi dan kemoterapi di UPTD RSUD Banten. Bunker ini akan melayani pengobatan warga Banten yang menderita kanker.
Tentunya kita ingin bagaimana menurunkan beban penyakit dan juga beban kematian terhadap penderita kanker yang ada di Banten, mengingat penyakit menjadi penyebab kematian terbesar ke dua di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Banten dr Danang Hamsah Nugroho menyatakan jika pihaknya sudah siap untuk memberikan pelayanan berupa kemoterapi bagi warga Banten yang menderita kanker.
“Layanan kemoterapi ini sudah berjalan, dan siap untuk melayani masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu,” kata Danang.
Untuk layanan radioterapi, kata Danang, akan mulai beroperasi setelah pihaknya menerima hibah peralatan dari Kementerian Kesehatan. “Insya Allah tidak akan lama, kita pun sudah sampaikan kesiapannya kepada Kementerian,” pungkasnya.
Editor : Aas Arbi











