CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek Jalan Lingkar Utara (JLU) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang mangkrak sejak bertahun-tahun kini berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.
Pantauan Radar Banten di lokasi JLU, tepatnya di Lingkungan Ciore, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, menunjukkan kondisi memprihatinkan.
Berbagai jenis sampah, mulai dari limbah rumah tangga hingga sisa gabah padi, tampak berserakan di sejumlah titik. Bahkan, di salah satu sudut JLU berdiri arena lomba burung yang dibangun warga secara swadaya.
Ironisnya, keberadaan bak sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon justru memperkuat citra bahwa kawasan ini difungsikan sebagai tempat pembuangan resmi.
Kondisi serupa juga terlihat di wilayah JLU yang melintasi Kelurahan Gerem. Di sana, proyek jalan justru menjadi tempat singgah tunawisma dan lokasi pembuangan sampah liar.
Seorang warga Ciore, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah lama menanti kejelasan kelanjutan proyek JLU.
“Karena memang enggak ada kejelasan kelanjutannya, ya warga manfaatkan buat buang sampah. Kalau memang dilanjutkan saya sangat senang. Ini sudah bertahun-tahun enggak ada perkembangan,” katanya, Jumat 9 Mei 2025.
Warga lainnya, yang ditemui usai bertani dengan cangkul di pundak, turut mempertanyakan nasib proyek tersebut.
“Kapan sih, Pak, ini mau dilanjutkan? Sayang tanahnya dibiarkan begini saja. Harapan saya ya segera dilanjutkan, apalagi sekarang wali kotanya baru,” ujarnya.
Ia juga menyarankan pembangunan jembatan penghubung di ujung jalan menuju Gerem agar JLU bisa difungsikan secara optimal.
“Itu jembatan penghubung ke Gerem sekarang rusak, enggak bisa dipakai. Akhirnya warga harus muter jauh. Kalau JLU ini jadi, bisa bantu ngurangin macet di Jalan Merak,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











