PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang mencatat adanya penurunan angka pengangguran terbuka. Dari sebelumnya 54 ribu orang, kini turun menjadi sekitar 53 ribu orang.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Pandeglang, Muhammad Kabir, mengatakan angka tersebut masih terbilang tinggi secara absolut. Ia menyebut mayoritas pengangguran berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sederajat.
“Kalau dihitung-hitung ini masih standar, ada penurunan juga sekarang mungkin ada 53 ribuan. Tadinya 54 ribu, tapi sekarang 53 ribuan. Karena angka usia produktifnya naik,” katanya, Selasa 10 Juni 2025.
Kabir mengungkapkan setiap tahun terdapat sekitar 3.500 hingga 3.800 lulusan SMK di Pandeglang. Namun, hanya sekitar 20 persen dari mereka yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sementara sisanya langsung mencari pekerjaan.
Pihaknya mengaku terus berupaya menekan angka pengangguran lewat berbagai program. Mulai dari job fair, pelatihan berbasis kompetensi dan wirausaha, hingga penyaluran tenaga kerja migran dan program transmigrasi.
Salah satu program yang dianggap berhasil adalah pelaksanaan job fair. Kegiatan ini membuka 500 lowongan kerja dan berhasil menyerap 300 pencari kerja.
“Ini jadi salah satu cara kami untuk menjembatani pencari kerja dengan perusahaan,” ujarnya.
Meski begitu, Kabir mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi. Di antaranya keterbatasan alat pelatihan, minimnya modal bagi peserta pelatihan wirausaha, hingga terbatasnya jumlah perusahaan di Pandeglang yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
“Masih ada kendala, terutama dari sisi sarana dan prasarana pelatihan. Selain itu, pelaku wirausaha juga banyak yang terkendala modal. Dan jumlah perusahaan di Pandeglang juga belum banyak,” jelasnya.
Editor: Abdul Rozak











