CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Kota Cilegon menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tahun Anggaran 2025, Kamis 17 Juli 2025. Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD itu turut dihadiri Wali Kota Cilegon, Robinsar.
Dalam sambutannya, Robinsar menyoroti sejumlah poin krusial dalam perubahan anggaran, mulai dari penambahan belanja pegawai hingga perlunya penguatan belanja modal untuk mendukung respons tanggap darurat.
“Penambahan belanja pegawai ya karena salah satunya itu adalah alokasi TPP yang ke-13 dan gaji ke-13,” ujar Robinsar.
Ia juga menegaskan pentingnya belanja modal sebagai upaya memperkuat kesiapan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat. Salah satu contoh yang ia angkat adalah peristiwa hujan deras dua pekan lalu yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan rumah warga.
“Waktu itu kita turun ke lapangan, tapi hanya punya tiga mesin sinso. Pemerintah Kota Cilegon cuma segitu loh,” keluhnya.
Keterbatasan alat tersebut, menurut Robinsar, menjadi bukti perlunya penguatan belanja modal untuk mendukung kinerja dinas teknis dan penanganan di lapangan. Ia menilai, jika tidak ada alokasi yang cukup untuk belanja modal, maka pemerintah akan kesulitan bergerak cepat dalam kondisi darurat.
Lebih jauh, Robinsar menyampaikan bahwa pada tahun anggaran reguler 2026, Pemkot Cilegon akan memperluas alokasi belanja modal, khususnya di sektor pendidikan, infrastruktur dasar, dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Kami insyaallah akan lebih banyak alokasikan untuk pembangunan sekolah, penerangan, dan kebutuhan gurunya juga,” tutupnya.
Editor: Merwanda











