TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mencatat tren positif dalam pengendalian angka pengangguran.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tangsel pada tahun 2024 berhasil turun menjadi 5,09 persen, menandai capaian signifikan dalam perjalanan menuju target 6,51 persen pada tahun 2026 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Capaian ini sekaligus melanjutkan tren penurunan selama tiga tahun berturut-turut, setelah TPT sempat mencapai 8,6 persen pada 2021. Pada 2022, angka ini menurun menjadi 6,59 persen, kemudian menjadi 5,81 persen di 2023, dan kini 5,09 persen di 2024.
Kepala Disnaker Kota Tangsel, S. Maringan menyatakan bahwa strategi utama yang mendorong keberhasilan ini adalah peningkatan akurasi data tenaga kerja dan penguatan sistem digital melalui Aplikasi Anggur (Anti Nganggur).
“Kami tidak hanya fokus pada lowongan kerja, tapi juga membangun sistem data yang akurat hingga ke tingkat RT/RW. Itu menjadi dasar intervensi kebijakan yang lebih tepat,” ujar Maringan, Jumat 18 Juli 2025.
Melalui Aplikasi Anggur, Disnaker membangun dua sisi database: pencari kerja dan pemberi kerja. Perusahaan dapat mengakses data pelamar potensial secara langsung dan sebaliknya, warga dapat melihat lowongan aktif serta mendaftar secara daring melalui sistem berbasis barcode atau tautan resmi.
Data proyeksi tahun 2024 yang dihimpun Disnaker mencatat:
• Jumlah penduduk: 1.429.500 jiwa
• Angkatan kerja: 633.930 jiwa (44,35%)
• Yang bekerja: 601.673 jiwa (94,1%)
• Pengangguran: 32.257 jiwa (5,09%)
Angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya, yakni 2023, di mana TPT masih tercatat sebesar 5,81 persen atau setara dengan 37.945 jiwa penganggur.
Untuk menjaga momentum penurunan TPT, Disnaker menegaskan pentingnya survei real-time berbasis RT dan kelurahan. Survei ini ditujukan untuk menangkap kondisi terkini di lapangan dan menjadi dasar perumusan program pelatihan dan penempatan kerja yang lebih presisi.
“Minimal kami lakukan secara sampling di setiap kelurahan. Dengan data riil, program pelatihan dan fasilitasi kerja akan lebih terarah,” ujar Maringan.
Dengan laju penurunan TPT yang stabil dan penggunaan teknologi pendataan yang makin terintegrasi, Pemkot Tangsel semakin optimistis dapat mencapai target RPJMD 2026.
Inovasi seperti Aplikasi Anggur, sinergi lintas perangkat daerah, dan partisipasi aktif masyarakat dinilai sebagai modal penting dalam pencapaian tersebut.
“Kalau semua potensi ini kita kelola dengan baik, bukan tidak mungkin Tangsel menjadi daerah urban dengan sistem ketenagakerjaan paling efisien di Indonesia,” pungkas Maringan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











