PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang telah menyambangi tujuh satuan pendidikan selama Januari-Juni 2025. Kegiatan ini implementasi Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
Kenakalan remaja menjadi perhatian Kejaksaan. Untuk menekan angka kenakalan remaja, JMS diluncurkan.
Melalui program itu, Kejari Pandeglang berupaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, terutama pelajar, melalui program edukatif dan sosialisasi hukum.
Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Pandeglang Wildani Hapit, sepanjang semester I 2025, pihaknya telah secara konsisten menjalankan tugas dan fungsi bidang intelijen. “Khususnya terkait penyuluhan dan penerangan hukum kepada masyarakat melalui berbagai program unggulan seperti Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Jaksa Menyapa,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (20/7).
Menjelaskan Program JMS, kata Wildani, “Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi hukum kepada pelajar agar lebih waspada terhadap pengaruh negatif di lingkungan sekitar, khususnya terkait kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang serta potensi bahaya dalam penggunaan media sosial”.
Selama semester I 2025, ada tujuh SMA, SMK, dan MTs di Pandeglang yang menjadi sasaran JMS. Yakni, SMKN 5 Pandeglang pada Kamis, 30 Januari 2025. “Diikuti oleh 66 siswa. Lalu, di SMAN 1 Pandeglang pada Selasa, 6 Mei 2025, yang diikuti oleh 40 siswa,” katanya.
Selanjutnya, di SMKN 2 Pandeglang pada Rabu, 7 Mei 2025. Kegiatan JMS ini diikuti oleh 40 siswa. “Terus di SMAN 8 Pandeglang pada Kamis, 8 Mei 2025, diikuti 42 siswa,” katanya.
JMS di SMAN 9 Pandeglang pada Kamis, 15 Mei 2025, yang diikuti oleh 34 siswa. Kemudian, di MTs Negeri 1 Pandeglang pada Kamis, 12 Juni 2025, diikuti oleh 86 siswa.
“Dan di SMAN 10 Pandeglang pada Rabu, 18 Juni 2025. Diikuti oleh 60 siswa. Seluruh kegiatan JMS berlangsung secara interaktif dan mendapat banyak tanggapan positif dari para siswa dan tenaga pendidik. Program ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran hukum sejak dini dan menciptakan generasi muda yang cerdas hukum serta berkarakter kuat,” kata Wildani. (pur/don)
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agus Priwandono











