SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kegiatan bersih-bersih Sungai Cibanten kembali digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Aksi ini dipusatkan di wilayah Kecamatan Serang dengan menyusuri aliran sungai sepanjang enam kilometer dari Kubang, Kaujon, hingga Kidemang.
Aksi bersih-bersih Sungai Cibanten dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat yang berani terjun menyusuri sungai sepanjang enam kilometer.
Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin, menjelaskan bahwa tim relawan bekerja secara bertahap, menyesuaikan kondisi medan di sepanjang jalur sungai.
Lulu mengatakan, tumpukan sampah rumah tangga dan limbah lainnya mulai berkurang berkat aksi bersih-bersih mandiri yang rutin dilakukan oleh warga sekitar.
Namun, kegiatan kali ini terasa berbeda. Pasalnya, aksi ini melibatkan pemerintah kota, pemerintah provinsi, relawan, mahasiswa, dan masyarakat secara serempak.
“Baru kali ini semua pihak turun bersama. Ini jadi sejarah baru buat Sungai Cibanten,” kata Lulu.
Semangat kolaboratif ini, menurut Lulu, terinspirasi dari keberhasilan kota-kota lain seperti Medan dan Malang dalam merevitalisasi fungsi sungai mereka.
“Kita lihat kota lain sudah bergerak. Kenapa kita enggak bisa? Sekarang kita buktikan, Serang juga bisa,” ujarnya penuh semangat.
Relawan menargetkan pembersihan total seluruh aliran Sungai Cibanten hingga akhir 2025, khususnya pada titik-titik kritis seperti dari Sindangheula hingga Tembong.
Mereka juga rutin melakukan patroli sungai sambil memasang rambu peringatan agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
“Harapannya masyarakat ikut menjaga. Kemarin juga banyak warga ikut kerja bakti. Ini pertanda kesadaran mulai tumbuh,” tambahnya.
Tak hanya bersih-bersih, Lulu mengungkapkan, ada rencana jangka panjang untuk menjadikan Sungai Cibanten sebagai kawasan wisata arung jeram, pusat konservasi, siaga bencana, hingga arena olahraga air.
Kegiatan ini pun dirancang berkelanjutan selama dua hingga tiga tahun ke depan, termasuk upaya penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai.
“Kita sudah komitmen. Sungai ini bukan hanya untuk dibersihkan, tapi harus dijaga bersama-sama,” tegas Lulu.
Editor: Agus Priwandono











