slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Cilegon

Nelayan Bojonegara Tolak Reklamasi Ilegal, Soroti Kerugian Sosial dan Ekologis

Adam Fadillah by Adam Fadillah
02-08-2025 21:24:40
in Cilegon
Nelayan Bojonegara Tolak Reklamasi Ilegal, Soroti Kerugian Sosial dan Ekologis
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID –
Reklamasi ilegal di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, memicu gelombang penolakan dari para nelayan. Mereka kehilangan wilayah tangkap, penghasilan menurun, dan laut yang selama ini menjadi sumber hidup perlahan dirusak.

 Para nelayan di pesisir Bojonegara, Kabupaten Serang, menyatakan penolakan keras terhadap aktivitas reklamasi yang diduga ilegal dan tidak transparan. Reklamasi tersebut dinilai telah merusak habitat laut, mengusir biota ikan, serta mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pesisir yang sejak turun-temurun menggantungkan hidup pada laut.

Kelompok nelayan dari Kampung Pangsoran dan Kali Sareang, Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, menyampaikan pernyataan sikap mereka secara resmi melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rukun Nelayan Bojonegara. 

Dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 5 Agustus 2025, Ketua Rukun Nelayan Bojonegara, Sukardi, menyampaikan bahwa nelayan tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan maupun konsultasi publik terkait reklamasi yang kini berlangsung di wilayah mereka.

“Kami tidak pernah diajak bicara. Tiba-tiba laut kami diuruk. Ini laut warisan nenek moyang kami, tapi kami justru disingkirkan. Kami mengalami kerugian besar, baik secara ekonomi maupun sosial,” tegas Sukardi.

Menurut para nelayan, sejak reklamasi dimulai, hasil tangkapan ikan menurun drastis. Beberapa jenis ikan yang dulu mudah ditemukan kini sulit dicari. Kondisi air laut juga mengalami perubahan signifikan akibat sedimentasi, yang berdampak langsung terhadap keberadaan biota laut.

Baca Juga :

Terkepung Industri, Nelayan di Bojonegara Kabupaten Serang Kesulitan Mencari Ikan

Nelayan Tak Bisa Melaut, HNSI Minta Pemerintah Berikan Bantuan

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Bojonegara Tak Bisa Melaut

Begini Kronologis Empat Nelayan yang Tewas Tersambar Petir

HNSI Bojonegara mendesak pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk menghentikan segera semua aktivitas reklamasi di wilayah tersebut. Mereka juga meminta agar seluruh dokumen perizinan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dibuka kepada publik secara transparan.

Dampak dari reklamasi tidak hanya terasa dalam sektor ekonomi nelayan, tapi juga merembet ke sisi sosial dan ekologis. Wilayah tangkap menyempit, biaya melaut meningkat, dan konflik perebutan wilayah laut antar-nelayan mulai terjadi. Di sisi lain, kerusakan ekologis tampak dari rusaknya terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove yang menjadi tempat pemijahan ikan.

Arus laut yang berubah akibat pengurukan juga memicu abrasi di sejumlah titik, serta mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir. Sukardi menegaskan bahwa reklamasi tanpa pengawasan ketat dan tanpa partisipasi publik merupakan bentuk nyata pengabaian terhadap keadilan sosial dan ekologis.

“Reklamasi model seperti ini hanya menguntungkan segelintir pihak. Negara tidak boleh abai. Negara harus berpihak pada rakyatnya,” ujarnya.

HNSI mendesak diberlakukannya moratorium reklamasi di kawasan pesisir Bojonegara. Mereka juga meminta agar audit hukum dan lingkungan dilakukan secara independen oleh pihak yang kredibel. Selain itu, mereka menuntut tindakan tegas terhadap aktor-aktor yang diduga membekingi proyek reklamasi yang merugikan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan korporasi. Kami bukan anti-pembangunan, tapi kami ingin hidup layak dan laut yang lestari. Kami hanya ingin tetap bisa mencari nafkah seperti nenek moyang kami dulu,” pungkas Sukardi.

Editor: Aas Arbi 

Tags: HNSI Bojonegarakerusakan laut Bojonegarakonflik reklamasi pesisirNelayan Bojonegarapenolakan reklamasipesisir Serangreklamasi ilegal
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Gadget 2025: AI di Kantong, Titanium di Tangan, dan Smartwatch yang Tahan Tiga Hari

Next Post

Kopdes Merah Putih di Kabupaten Serang Diminta Segera Beroperasi, Warga Didorong Jadi Anggota

Related Posts

Kabupaten Serang

Terkepung Industri, Nelayan di Bojonegara Kabupaten Serang Kesulitan Mencari Ikan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 29 September 2025 14:16

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Nelayan di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang mengaku mengalami kesulitan untuk mencari ikan. Bukan sekedar karena cuaca, tetapi karena...

Read moreDetails

Nelayan Tak Bisa Melaut, HNSI Minta Pemerintah Berikan Bantuan

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Bojonegara Tak Bisa Melaut

Begini Kronologis Empat Nelayan yang Tewas Tersambar Petir

4 Nelayan di Kabupaten Serang Tersambar Petir

Bantu Nelayan, PLTU Jawa 7 Bantu Alat Tangkap Ikan di Bojonegara

Next Post
Kopdes Merah Putih di Kabupaten Serang Diminta Segera Beroperasi, Warga Didorong Jadi Anggota

Kopdes Merah Putih di Kabupaten Serang Diminta Segera Beroperasi, Warga Didorong Jadi Anggota

Catat! Ini Jadwal SIM Keliling di Alun-alun Pandeglang

Catat! Ini Jadwal SIM Keliling di Alun-alun Pandeglang

Duel, Karyawan Minimarket Luka Parah Akibat Ditikam Kunci Motor

Duel, Karyawan Minimarket Luka Parah Akibat Ditikam Kunci Motor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

LBS di Kabupaten Serang berkurang

Hasil Kajian DKPP, Luas LBS di Kabupaten Serang Hanya 31 Ribu Hektare

Kamis, 16 Juli 2026 17:24
Polres Pandeglang Ungkap Kasus Curanmor

Polres Pandeglang Kembali Ungkap Kasus Curanmor, Sebanyak 17 Unit Kendaraan Berhasil Diamankan

Kamis, 16 Juli 2026 17:20
kekeringan di banten

Distan Banten Siapkan Varietas Padi Tahan Kekeringan untuk Hadapi El Nino

Kamis, 16 Juli 2026 17:16
wilayah rawan kekeringan Kota Serang

Kasemen dan Walantaka Jadi Wilayah Paling Rawan Kekeringan di Kota Serang

Kamis, 16 Juli 2026 17:07
Program MBG tak gunakan APBN

Patut Dicontoh, Program MBG di SKhN 1 Balaraja Tangerang Tak Gunakan APBN

Kamis, 16 Juli 2026 17:03
Kota Serang Fair 2026

Nonton Konser Kota Serang Fair 2026 Wajib Belanja UMKM Minimal Rp30 Ribu

Kamis, 16 Juli 2026 16:54
LBS di Kabupaten Serang berkurang

Hasil Kajian DKPP, Luas LBS di Kabupaten Serang Hanya 31 Ribu Hektare

Kamis, 16 Juli 2026 17:24
Polres Pandeglang Ungkap Kasus Curanmor

Polres Pandeglang Kembali Ungkap Kasus Curanmor, Sebanyak 17 Unit Kendaraan Berhasil Diamankan

Kamis, 16 Juli 2026 17:20
kekeringan di banten

Distan Banten Siapkan Varietas Padi Tahan Kekeringan untuk Hadapi El Nino

Kamis, 16 Juli 2026 17:16
wilayah rawan kekeringan Kota Serang

Kasemen dan Walantaka Jadi Wilayah Paling Rawan Kekeringan di Kota Serang

Kamis, 16 Juli 2026 17:07
Program MBG tak gunakan APBN

Patut Dicontoh, Program MBG di SKhN 1 Balaraja Tangerang Tak Gunakan APBN

Kamis, 16 Juli 2026 17:03
Kota Serang Fair 2026

Nonton Konser Kota Serang Fair 2026 Wajib Belanja UMKM Minimal Rp30 Ribu

Kamis, 16 Juli 2026 16:54

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

LBS di Kabupaten Serang berkurang

Hasil Kajian DKPP, Luas LBS di Kabupaten Serang Hanya 31 Ribu Hektare

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 16 Juli 2026 17:24

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang melakukan pendataan terhadap luas Lahan Baku Sawah (LBS) di...

Polres Pandeglang Ungkap Kasus Curanmor

Polres Pandeglang Kembali Ungkap Kasus Curanmor, Sebanyak 17 Unit Kendaraan Berhasil Diamankan

by Purnama Irawan
Kamis, 16 Juli 2026 17:20

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Polres Pandeglang kembali berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Pandeglang. Sebelumnya Polres Pandeglang...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak