• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kabupaten Serang

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Bojonegara Tak Bisa Melaut

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 12 Desember 2024 11:12
in Kabupaten Serang
0
Cuaca Ekstrem, Nelayan di Bojonegara Tak Bisa Melaut

Nelayan di Wadas, Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara saat melakukan perbaikan jaring.

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTRN.CO.ID – Nelayan di Wadas, Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang kesulitan untuk melaut. Pasalnya kondisi cuaca yang terjadi beberapa pekan terakhir buruk sehingga membuat mereka tidak bisa menangkap ikan.

Kondisi tersebut membuat pendapat nelayan di Wadas anjlok. Bahkan tak sedikit dari mereka yang harus meminjam uang untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari atau untuk modal melaut.

Seorang nelayan Bojonegara, Sobri mengaku, cuaca mulai tidak bersahabat dengan nelayan sejak tiga bulan terakhir. Mereka tidak bisa melaut setiap hari karena kondisi tersebut mulai dari angin kencang hingga hujan deras yang menyebabkan banjir.

“Sejak tiga bulan lalu cuaca ga bagus, jadi ikannya ga ada, angin kencang. Tradisi nelayan saat paceklik paling satu minggu dua kali atau sekali, kalau ga kebayar bekel, berhenti satu minggu,” katanya, saat ditemui di pelabuan Desa Wadas, Rabu, 11 Desember 2024.

Ia mengatakan, kondisi kian diperparah sejak beberapa minggu terakhir ketika hujan deras mulai mengguyur. Ia mengatakan, para nelayan tidak bisa melaut karena kondisi di tengah laut dipenuhi oleh material sampah yang tersapu oleh banjir. 

“Karena beberapa minggu terakhir kan sering banjir, nah itu berpengaruh juga untuk tangkapan nelayan soalnya banyak sampah, ga bisa tebar jaring,” ujarnya.

Ia mengaku, akibat kondisi yang terjadi, pendapatan nelayan anjlok. Biasanya ketika cuaca sedang bagus, hasil tangkapan bisa maksimal, mencapai 1 ton untuk ikan cekong. Namun untuk sekarang turun drastis.

“Kemarin sempat cuaca aga bagus, cuman hasilnya ga maksimal. Cuma dua kwintal, ditambah harganya Rp2 ribu per kilo. Ya ga menutupi modal, yaudah berenti,” ujarnya.

Selama tidak melaut, mayoritas nelayan memilih untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap alat tangkap maupun terhadap perahu milik mereka. Ada juga beberapa nelayan yang mencoba mencari mata pencaharian di darat dengan mengojek.

“Jadi selama ga bisa melaut ya paling kami memperbaiki jaring, ga ada pemasukan. Untuk pemenuhan kebutuhan yang punya tabungan pake tabungannya, yang tidak punya tabungan biasanya meminjam ke juragan kapal,” ujarnya.

Ia mengaku, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, masa paceklik biasanya akan berlangsung hingga bulan dua atau bulan Februari 2024. “Biasanya dimulai sejak bulan 11 sampai bulan dua, jadi masa paceklik masih panjang,” ujarnya.

Untuk itu, mereka berharap ada perhatian dari pemerintah pusat dengan memberikan bantuan di masa-masa paceklik baik dalam bentuk bantuan langsung tunai ataupun bantuan sembako. Pasalnya, mereka tidak bisa mencari nafkah karena faktor cuaca.

“Setiap bulan 12 positif kan nelayan paceklik, mohon minta dibantu gitu. Karena setiap bulan-bulan 11 sampai bulan 2 itu kondisinya seperti itu,” pungkasnya.

Editor: Abdul Rozak

Tags: alih profesibantuan nelayandinas perikanankabupaten serangkecamatan bojonegara cuaca burukmusim paceklikNelayan BojonegaraPemkab Serangpendapatan anjloktpi wadas
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Hari ini, Kenaikan Upah Buruh di Tangsel Ditentukan

Next Post

Disnakertrans Kabupaten Serang Segera Jadwalkan Rapat Dewan Pengupahan

Next Post
Disnakertrans Kabupaten Serang Segera Jadwalkan Rapat Dewan Pengupahan

Disnakertrans Kabupaten Serang Segera Jadwalkan Rapat Dewan Pengupahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dewan Minta Program Sekolah Gratis Banten Dievaluasi, Enam Sekolah Mundur

Dewan Minta Program Sekolah Gratis Banten Dievaluasi, Enam Sekolah Mundur

by Yusuf Permana
Senin, 24 Agustus 2026 09:39
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — DPRD Banten meminta Pemerintah Provinsi Banten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Sekolah Gratis (PSG). Desakan tersebut...

DPMPTSP Kabupaten Serang Usulkan Pelepasan LBS Kawasan Industri

DPMPTSP Kabupaten Serang Usulkan Pelepasan LBS Kawasan Industri

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 24 Agustus 2026 09:10
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang mengusulkan pelepasan lahan di kawasan industri...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.