SERANG,- Untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi di Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurian (BBWS C3) terus menggenjot pembangunan infrastruktur pengendali daya rusak air di Provinsi Banten guna meminimalisir kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.
Hingga tahun 2024 BBWS C3 telah melakukan upaya pengendalian banjir secara komprehensif meliputi pengendalian banjir Sungai Cibanten Hilir dan pembangunan Bendungan Sindangheula yang dilengkapi dengan pintu early release bendungan.
Pengendalian Banjir Sungai Cibanten Hilir dilakukan dengan normalisasi sepanjang 3,2 km; pekerjaan parapet berupa pasangan batu untuk memperbesar volume tampungan banjir dengan volume 356,3 m³; pemasangan 22 unit pintu drainase; dan penanaman 260 batang pohon.
Hal ini bermanfaat untuk mengurangi debit banjir, meningkatkan kapasitas tampungan Sungai Cibanten, mereduksi banjir kawasan pemukiman, lahan pertanian, fasilitas umum di Kecamatan Taktakan, Kecamatan Serang dan Kecamatan Kasemen.
Selain itu, BBWS C3 juga melakukan pembangunan pintu early release di Bendungan Sindangheula dengan lebar 3 m dan tinggi bukaan maksimum 2 m. Pintu early release digunakan untuk mengatur tinggi muka air dalam operasi pengendalian banjir, mengatur volume tampungan banjir mencapai 3,03 juta m³ sehingga dapat mereduksi puncak banjir. Pengoperasian menggunakan pintu early release akan dapat menampung banjir dimusim hujan.
Upaya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS C3 dalam membangun infrastruktur pengendali banjir di Kota Serang ini diharapkan akan mengurangi dampak yang terjadi ketika bencana banjir melanda. Berkaca pada kejadian banjir yang terjadi di beberapa titik Kota Serang pada 1 Maret 2022 lalu, saat itu terjadi kejadian hujan yang terus-menerus selama 3 hari berturut-turut sehingga Bendungan Sindangheula yang memiliki kapasitas tampung sebesar 9,9 juta m³ tidak dapat menampung banyaknya air yang masuk ke area genangan waduk.
Walaupun pintu air bendungan sudah dibuka untuk mengurangi beban bendungan, debit air yang terlampau besar limpas menuju Sungai Cibanten dan menyebabkan terjadinya genangan air di perumahan warga dan fasilitas umum di sekitar aliran Sungai Cibanten. Ditambah dengan hujan deras yang terjadi sehingga makin membebani aliran Sungai Cibanten.
Merujuk pada Putusan Kasasi Tata Usaha Negara Kota Serang Nomor 615 K/TUN/TF/2024, kami sebagai institusi pengelola sumber daya air di wilayah Serang turut merasakan kesedihan mendalam dan dengan tulus menyampaikan permohonan maaf atas bencana banjir yang menimpa Kota Serang pada Maret 2022 lalu.
Dengan berbagai upaya yang sudah dan akan dilakukan oleh BBWS C3 kedepannya dalam meminimalisir bencana banjir diharapkan akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat Banten.
Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan dukungan positif baik, saran maupun kritikan masyarakat kepada kami selama ini. Kami berkomitmen akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas dan fungsi kami dalam menjaga ketersediaan air baku dan upaya dalam mengendalikan daya rusak air untuk masyarakat Banten. (Adv)











