PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah isu kelangkaan stok darah di beberapa daerah, RSUD Berkah Pandeglang justru mengklaim aman. Namun, ada catatan: beberapa golongan darah tertentu masih kerap sulit didapat.
Direktur RSUD Berkah Pandeglang, dr Firmansyah, menegaskan bahwa ketersediaan darah untuk kebutuhan pelayanan pasien masih terkendali dan berjalan lancar berkat kerja sama dengan PMI Pandeglang.
“Alhamdulillah untuk kebutuhan stok darah berjalan lancar, selama ini kami bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) Pandeglang,” kata dr Firmansyah kepada Radarbanten.co.id, Rabu 6 Agustus 2025.
Ia menuturkan, distribusi darah ke rumah sakit sangat tergantung pada kesiapan suplai dari PMI. Namun, pihak RSUD tetap siaga dengan menyiapkan opsi koordinasi lintas wilayah bila terjadi kekosongan.
“Kalau stoknya kosong, kita koordinasi dengan PMI daerah lain,” katanya.
Khusus pasien Thalasemia, RSUD Berkah memastikan kebutuhan darah telah diantisipasi secara rutin oleh PMI Pandeglang. Meski begitu, dr Firmansyah tak menampik masih ada tantangan dalam penyediaan darah tertentu.
“Memang perlu perhatian khusus untuk Thalasemia. Tapi secara umum, kebutuhan darah masih bisa kami penuhi,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, dr Firmansyah memastikan bahwa tidak ada tunggakan pembayaran ke PMI. Semua proses dilakukan sesuai jadwal dan sudah dialokasikan dari anggaran rumah sakit.
“Sudah kami anggarkan dan pembayarannya rutin. Biayanya kurang lebih sekitar Rp345 ribu per labu,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











