PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Generasi Z di Kabupaten Pandeglang diajak mulai beralih dari junk food ke makanan sehat sebagai upaya mencegah stunting.
Ajakan ini mengemuka dalam forum group discussion (FGD) bertema maksimalisasi gaya hidup sehat untuk meningkatkan minat beli makanan sehat Gen Z, yang digelar di Desa Cimanis, Kecamatan Sobang.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dosen Universitas Mathla’ul Anwar Banten dan Universitas Faletehan, serta dihadiri Camat Sobang Mahpudin SE, Kepala Desa Cimanis Prapto SPd, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dosen Universitas Mathla’ul Anwar, Irma Yunita, mengatakan Kabupaten Pandeglang masih menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Banten. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat di kalangan Gen Z.
“Anak muda cenderung memilih makanan instan dan berlemak karena dianggap praktis dan enak. Padahal, kebiasaan ini berisiko pada kesehatan jangka panjang,” ungkapnya, Jumat 15 Agustus 2025.
Irma memaparkan, pendekatan Teori Health Belief Model (HBM) dapat digunakan untuk memprediksi niat dan perilaku Gen Z melalui edukasi gaya hidup sehat. Strateginya antara lain memanfaatkan media sosial dengan konten kreatif, bekerja sama dengan influencer kesehatan untuk mempromosikan makanan sehat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Selain itu, FGD juga mempraktikkan pembuatan menu sarapan sehat berbahan oatmeal, susu, dan buah-buahan seperti pisang, buah naga, dan stroberi. Menu ini dinilai bisa menjadi alternatif sarapan bergizi yang lebih menarik bagi anak muda.
“Dengan edukasi dan contoh langsung, kami berharap Gen Z lebih sadar bahwa pola makan sehat berdampak langsung pada kualitas hidup, baik fisik, mental, maupun sosial,” tutupnya.
Editor: Bayu Mulyana











