CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-55 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, kritik keras dilontarkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon terhadap kinerja perusahaan baja pelat merah itu.
Formateur Ketua Umum HMI Cabang Cilegon Tb Rizky Andika menyoroti kerugian beruntun yang dialami PT Krakatau Steel (KS) dalam dua tahun terakhir.
Sepanjang 2024, PT KS tercatat menderita rugi bersih sebesar USD 60 juta, meski masih membukukan laba kotor USD 33,9 juta.
Sementara pada Januari–Juni 2025, pendapatan tumbuh hingga USD 460,8 juta, namun tetap saja ditutup dengan rugi bersih USD 22 juta. Menariknya, arus kas operasional periode tersebut justru tercatat positif USD 32,8 juta.
Menurut Rizky, kondisi tersebut menunjukkan pasar baja nasional masih memiliki potensi besar, namun mencerminkan adanya masalah serius pada efisiensi dan manajemen biaya perusahaan.
“PT Krakatau Steel memiliki peran strategis bagi ketahanan industri baja nasional. Namun, kerugian yang terus berlanjut adalah alarm keras bagi manajemen dan pemerintah. Jika tidak ada perbaikan menyeluruh, posisi strategis itu bisa hilang,” tegasnya kepada Radar Banten, Sabtu 16 Agustus 2025.
Ia menekankan, meski dalam kondisi sulit, Krakatau Steel tetap harus dipertahankan sebagai BUMN strategis demi kedaulatan industri nasional.
Menurutnya, ketergantungan penuh pada impor baja justru akan melemahkan fondasi pembangunan nasional, terlebih di momen penting menjelang peringatan HUT RI ke-80.
Sebagai solusi, Rizky mendorong pemerintah dan manajemen PT KS untuk melakukan restrukturisasi menyeluruh, efisiensi biaya, optimalisasi kapasitas produksi, diversifikasi produk bernilai tambah, hingga perluasan pasar ekspor.
Ia juga mengusulkan adanya perlindungan pasar domestik melalui kebijakan anti-dumping dan kewajiban penggunaan baja Krakatau Steel pada proyek-proyek strategis nasional.
“Kalau langkah ini dijalankan konsisten, saya optimistis dalam 3 sampai 5 tahun ke depan PT Krakatau Steel bisa kembali sehat, tumbuh, dan bahkan bersaing di pasar global,” ujarnya.
Rizky menegaskan, momentum HUT ke-55 PT Krakatau Steel harus menjadi titik balik perbaikan besar-besaran, sejalan dengan semangat kemerdekaan di HUT ke-80 RI.
“Bukan hanya sekadar bertahan, tetapi harus menjadi motor penggerak industri baja nasional,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











