CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Cilegon boleh berbangga. Di tengah banyaknya tantangan pada pemilu dan pilkada serentak 2024 lalu, kota ini justru mencatat partisipasi pemilih tertinggi di Provinsi Banten. Namun, di balik prestasi itu, sejumlah catatan serius masih membayangi, mulai dari pelanggaran berulang hingga soal netralitas aparatur negara.
Fakta itu terungkap dalam kegiatan Evaluasi Pemilu dan Pilkada serta Penguatan Aturan Hukum Kepemiluan yang digelar Bawaslu Kota Cilegon di Ballroom The Royale Krakatau, Selasa, 9 September 2025.
Ketua Bawaslu Cilegon, Alam Arcy Ashari, menyebut, suksesnya penyelenggaraan pemilu tidak lepas dari keterlibatan aktif semua pihak, termasuk masyarakat.
“Alhamdulillah pemilu dan pilkada kondusif dan aman. Saya yakin kerukunan, kekompakan, dan keguyuban masyarakat menjadi kekuatan utuh,” ucap Alam dalam sambutannya.
Namun, ia menekankan bahwa kerja Bawaslu tak berhenti setelah pemungutan suara selesai. Tugas edukasi politik tetap harus digencarkan, terutama menyasar kalangan muda.
“Pasca pilkada, kita tetap punya tanggung jawab mendidik politik secara masif. Seperti kemarin, kami melibatkan mahasiswa dalam FGD Cek Suara agar mereka tidak diam dan bisa berperan aktif. Alhamdulillah ruang itu kami siapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Cilegon, Sri Widayati, mengungkapkan angka mengejutkan: partisipasi pemilih di Cilegon mencapai 89 persen untuk pemilu dan 76,8 persen untuk pilkada, tertinggi di antara seluruh daerah di Provinsi Banten.
“Kita patut bersyukur bahwa secara umum pesta demokrasi berjalan lancar, aman, dan damai,” ujarnya.
Namun, Sri tak menutupi bahwa masih ada tantangan yang belum terselesaikan, salah satunya adalah pelanggaran berulang dan persoalan netralitas aparat.
“Netralitas ASN, TNI, dan Polri juga perlu terus dijaga. Ke depan, partisipasi masyarakat harus lebih ditingkatkan dengan melibatkan seluruh stakeholder,” tegasnya.
Editor :Merwanda











