CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah hampir satu tahun menanti, ribuan tenaga honorer di Kota Cilegon akhirnya menerima kabar pahit.
Honor Daerah (Honda) triwulan keempat tahun 2024 resmi dinyatakan hangus dan tidak akan dibayarkan. Janji untuk memperjuangkan hak tersebut yang sempat disampaikan pemerintah pada awal 2025 tidak terwujud.
Honor yang hangus meliputi hak untuk guru honorer Madrasah, guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Linmas, kader PKK, LKK, hingga RT/RW.
Honda triwulan Oktober, November, dan Desember 2024 itu sebelumnya terdampak defisit anggaran di akhir masa pemerintahan mantan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian.
Sempat ada secercah harapan ketika Wali Kota Cilegon Robinsar yang kini menjabat menyatakan bakal memperjuangkan hak para honorer. Namun memasuki Oktober 2025, ia menegaskan bahwa dana tersebut tidak dapat dieksekusi.
Kepastian itu disampaikan Robinsar saat menanggapi komentar warganet melalui unggahan di akun Instagram pribadi. Seorang netizen dengan nama akun @risna_celliosheza menanyakan soal kejelasan pencairan Honda yang tak kunjung direalisasikan.
“Hampura maunnanya, honor daerah yang Oktober, November, Desember beneran ga cair pak? Soalnya ini udah mau akhir tahun kan,” tulis akun tersebut.
Robinsar kemudian menjawab bahwa dana hibah tahun 2024 tidak dapat dijalankan karena terbentur aturan.
“Hampura, hibah yang 2024 belum bisa dijalankan terbentur dengan aturan,” tulis Robinsar.
Kabar itu sontak menimbulkan gelombang kekecewaan. Terlebih banyak honorer yang menggantungkan kebutuhan hidup keluarga pada honor tersebut. Seorang guru Paud di Kota Cilegon yang seharusnya menerima Rp650 ribu per bulan mengaku terpukul.
“Cukup kecewa ya kalo pada akhirnya gabisa dicarikan, karena itu salah satu bagi yang honorer dua-duanya suami istri itu salah satu penyambung hidup,” keluhnya.
Ia menuturkan bahwa sistem triwulan sebenarnya memberi sedikit kelonggaran dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kita kan setiap bulan ga banyak, eh hangus juga yang ini. Kayak triwulan itu kita dapet lebihnya lah daripada perbulannya,” ucapnya.
Meski sudah dinyatakan hangus, ia tetap berharap ada solusi lain sehingga hak tersebut tidak sepenuhnya hilang.
“Harapannya kalo yang 2024 itu gabisa dicarikan sekaligus ya bisa dicarikan ke yang sekarang diikutsertakan, dicicil lah yang penting tetap cair,” jelasnya.
Editor: Mastur Huda











