PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Pandeglang mengaku mengalami kendala alias error operasional akibat gangguan pada aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).
Kepala Bidang Arsip DPAD Pandeglang, Heriyana, mengungkapkan, gangguan yang terjadi saat ini bersifat nasional karena aplikasi Srikandi merupakan sistem yang digunakan di seluruh Indonesia.
“Sekarang kan se-Indonesia, informasinya lagi ada maintenance untuk aplikasi Srikandi. Itu sering terjadi kendala karena digunakan secara nasional. Dari sisi jaringan dan server pasti ada hambatan,” ungkapnya, Jumat 12 Desember 2025.
Heriyana menambahkan, Srikandi merupakan singkatan dari Sistem Klasipan Dinamis dan Integrasi yang memfasilitasi administrasi arsip.
Kendala yang muncul biasanya mengganggu proses pembuatan surat dan tanda tangan elektronik. “Kalau terganggu, kita terpaksa menggunakan cara manual,” katanya.
Gangguan pada aplikasi nasional ini pernah terjadi sebelumnya, termasuk insiden peretasan data nasional tahun lalu.
“Waktu itu hampir seluruh layanan berbasis sistem nasional lumpuh, termasuk Srikandi, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), dan beberapa aplikasi lainnya,” jelas Heriyana.
Meski begitu, saat ini gangguan yang terjadi bersifat tidak terlalu signifikan dan hanya memengaruhi aplikasi Srikandi saja.
Heriyana berharap pihak pengelola pusat, yaitu Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai lembaga non-kementerian, dapat meminimalisir gangguan di masa mendatang agar proses administrasi berjalan stabil.
“Harapannya tentu tidak ada kendala, tapi memang dalam jaringan berskala besar selalu ada masalah. Yang penting gangguan bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











