SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Retribusi pasar di Kabupaten Serang realisasinya masih sangat rendah. Dari target sebesar Rp2 miliar rupiah, realisasi pada bulan Desember 2025 baru di angka Rp700 juta.
Rendahnya realisasi retribusi pasar dituding diakibatkan oleh berbagai faktor, mulai dari banyaknya pedagang yang sudah tidak menempati kiosnya, kondisi pasar yang rusak sehingga sepi pembeli, penerapan sistem parkir hingga adanya pembebasan bebas retribusi di pasar Baros.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supriyanto mengatakan, untuk retribusi realisasinya masih belum maksimal. Data per tanggal 10 Desember 2025 realisasinya ada di angka 80 persen. Terbesar ada di retribusi sampah yakni di angka 90 persen.
Lalu untuk realisasi retribusi paling rendah berasal dari retribusi pasar dimana realisasinya masih dibawah 50 persen.
“Yang dibawah 50 persen di tahun 2025 ini ada di Diskoumperindag tepatnya di retribusi pasar dan kios,” ujarnya, Selasa 17 Desember 2025.
Ia mengungkapkan, dari total target retribusi dari sektor pasar sebesar Rp2 miliar, realisasinya masih sangat rendah yakni di angka Rp700 juta. “Berarti kan masih sangat rendah, masih dibawah 50 persen, bahkan sekitar 40 persen,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu rendahnya realisasi. Ia menuturkan, dari total 12 pasar di Kabupaten Serang ada 10 pasar yang aktif.
“Lalu 2 tahun kemarin ada pasar yang tidak operasi bahkan sedang dibangun yaitu pasar Baros. Informasinya par tanggal 10 Oktober mulai dipungut kembali,” ujarnya.
Ia berharap agar di sisa waktu bisa dioptimalisasi terkait retribusi pasar di Kabupaten Serang. “Kita sudah rapat bersama Bappenda dengan OPD penghasil retribusi, kita berharap di tahun depan bisa dioptimalkan,” pungkasnya.
Editor Daru











