SERANG – Antisipasi kejahatan dimulai sejak dini. Untuk menyelamatkan generasi muda, Polda Banten dan jajaran melakukannya dengan menyambangi sekolah-sekolah untuk mencegah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
Pekan lalu, Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Condrio Sasongko dan Pelaksana Harian (Plh) Kabidhumas Polda Banten AKBP Meryadi kompak mendatangi SMA Negeri 1 Pontang, Kabupaten Serang. Dua perwira menengah polisi ini menjadi pemateri pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
Condro Sasosngko menyampaikan arahan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, bahwa kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan dua isu sosial yang saling berkaitan. “Kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui peran keluarga, sekolah, masyarakat, serta pemerintah dalam upaya pencegahannya,” katanya.
Condro menambahkan, tujuan pendidikan di tingkat SMA/SMK tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Tetapi, juga pembentukan karakter untuk mencetak generasi muda yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, dan berdaya saing.
“Ilmu itu sangat penting, tapi yang lebih penting lagi adalah menghindari urusan dengan hukum. Di sekolah ini juga kita bentuk karakter siswa agar terhindar dari permasalah hukum. Edukasi hukum sangat penting supaya terhindar dari hukuman,” tuturnya.
Plh Kabidhumas Polda Banten AKBP Meryadi menambahkan, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2025, sebanyak 28,2 persen pengguna narkoba berada pada rentang usia 15-24 tahun, dengan jumlah pelajar yang terlibat sekira 312 ribu orang.
“Ini bukan sekedar angka, tapi sebuah kekhawatiran yang harus kita sikapi bersama. Ini menunjukkan masa remaja yang seharusnya menjadi periode pembentukan karakter justru sangat rawan terhadap pengaruh negatif. Menjadi tugas kita bersama untuk mencegahnya,” ucapnya.
Meryadi mengatakan, faktor yang memengaruhi kenakalan remaja, antara lain, ketidakharmonisan keluarga, pengaruh teman sebaya, paparan konten negatif di media sosial, kurangnya edukasi dan pengawasan di lingkungan sekolah.
“Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman dan efektif dalam memberikan edukasi bahaya narkoba melalui kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan program keterampilan. Kami (polisi-red) sangat mendukung program positif di sekolah,” ungkapnya.
Kepala SMAN 1 Pontang Edi Kocowahono berharap, sosilisasi yang dilakukan Polda Banten dan jajaran dapat menekan angka kenakalan remaja. “Program Polisi Peduli Pendidikan yang digagas Kapolda Banten Irjen Pol Hengki ini sangat efektif dan tepat sasaran. Selama ini, kenakalan yang dilakukan siswa bukan karena keberanian, tetapi ketidaktahuan anak-anak akan dampak hukumnya. Saya yakin, setelah kegiatan ini dilakukan, anak-anak akan menjauhi kenakalan remaja,” ujarnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











