LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab),Lebak mengalokasikan anggaran pemeliharaan pasar hanya Rp 35 juta pada tahun ini. Anggaran sekecil itu untuk semua pasar di Lebak.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, membenarkan hal itu. Ia mengatakan, anggaran tersebut harus dibagi untuk seluruh pasar di wilayah Lebak karena efisiensi anggaran.
“Rp 35 juta secara keseluruhan ya, jadi nanti dilihat kebutuhan,” kata Rully kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurut Rully, dana pemeliharaan pasar tersebut tidak difokuskan pada satu pasar saja. Anggaran dibagi secara proporsional sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasar tradisional di Lebak.
Ia mencontohkan, beberapa pasar yang masuk dalam skema pemeliharaan di antaranya Pasar Bayah, Pasar Semi, hingga Pasar Cipanas. Setiap pasar akan mendapatkan alokasi sesuai tingkat kerusakan dan urgensinya.
“Cuma ada dari Bayah kemarin kan. Kemudian untuk pemeliharaan Pasar Semi, untuk pemeliharaan Cipanas nanti kita bagi-bagi lah,” tuturnya.
Rully menyadari, dengan anggaran yang terbatas, pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan besar.
Pemeliharaan difokuskan pada bagian pasar yang dianggap paling mendesak agar tetap bisa digunakan pedagang dan pengunjung.
Ia menegaskan, Disperindag Lebak akan memaksimalkan penggunaan anggaran yang ada agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh pasar.
Prioritas diberikan pada perbaikan ringan dan pencegahan kerusakan yang lebih parah.
“Ya, secukupnya ya untuk pemeliharaan,” ujarnya.
Kondisi minimnya anggaran pemeliharaan pasar ini menjadi perhatian, mengingat pasar tradisional memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi masyarakat. Disperindag Lebak berharap ke depan alokasi anggaran pemeliharaan pasar bisa ditingkatkan.
Editor: Agus Priwandono











