PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akademisi dari Universitas Mathlaul Anwar Banten, Eko Supriatno menyoroti satu tahun kinerja Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani-Iing Andri Supriadi memimpin Kabupaten Pandeglang. Menurut Eko, kinerja Dewi-Iing dengan segala tantangan, sesungguhynya berada persimpangan antara potensi besar dan kebutuhan langkah konkret untuk maju.
“Infrastruktur yang masih tertinggal bukan semata-mata karena kurangnya usaha dari pemerintah daerah, melainkan juga karena terbatasnya dana yang tersedia dari pemerintah pusat,” kata Eko Supriatno kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 18 Februari 2026.
Eko menjelaskan, proyek besar yang bersifat strategis, terutama yang berhubungan dengan konektivitas dan pengembangan sektor maritim, memerlukan perhatian serius dan dukungan lebih besar.
“Namun, Pemda Pandeglang sudah memulai langkah-langkah strategis melalui pembentukan satgas dan sinergi dengan berbagai pihak,” katanya.
Kendati demikian, untuk benar-benar mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata dan mendukung sektor unggulan seperti pariwisata dan perikanan, dana yang lebih besar dan sinergi yang lebih intensif dengan pusat sangat dibutuhkan.
“Sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi pilar ekonomi Pandeglang, memiliki potensi luar biasa. Dengan luasnya wilayah pertanian dan garis pantai yang membentang panjang,” katanya.
Sektor-sektor ini, Eko menerangkan, jika dikelola dengan cerdas dan didorong oleh hilirisasi produk unggulan, dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang tak ternilai.
“Pada sisi lain, sektor pariwisata dengan keberadaan KEK Tanjung Lesung dan wisata bahari lainnya, memiliki peluang untuk mengubah Pandeglang menjadi destinasi global yang mendatangkan investasi dan wisatawan mancanegara,” katanya.
Meskipun KEK Tanjung Lesung menyimpan harapan besar, dampaknya belum sepenuhnya dirasakan. Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
“Utamanya dalam hal infrastruktur dan aksesibilitas ke kawasan tersebut. Dengan langkah yang tepat dan dukungan dari pemerintah pusat serta sektor swasta, dampak positif dari KEK ini bisa segera dirasakan, membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Pandeglang,” katanya.
Selanjutnya, tantangan Dewi-Iing, masalah kemiskinan dan stunting juga menjadi sorotan. Meskipun ada peningkatan dalam sektor pendidikan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan kualitas pendidikan yang merata dan mengurangi ketimpangan akses.
“Sektor kesehatan juga tak kalah penting, dan Pemda Pandeglang perlu terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Pandeglang berada pada titik krusial untuk memanfaatkan seluruh potensinya. Dengan kebijakan yang berbasis pada data, pelibatan kampus dan kaum intelektual, sinergi antar sektor, serta pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pandeglang memiliki kesempatan besar untuk berkembang pesat. Kini saatnya Pandeglang memanfaatkan momentum untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberagaman budaya yang menjadi kekayaan tak ternilai,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











