SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang (DKPP) berencana menambah satu lumbung pangan desa pada tahun 2026. Program ini bertujuan mendukung swasembada pangan sekaligus menjaga ketersediaan cadangan pangan masyarakat pascapanen.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan saat ini sudah terdapat 12 lumbung pangan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan sebagian hasil panen petani.
“Tahun ini kami merencanakan penambahan satu lumbung pangan desa yang akan dibangun di Kecamatan Padarincang. Pembangunannya ditargetkan mulai triwulan kedua,” ujarnya, Rabu, 4 Maret 2026.
Sebelumnya, lumbung pangan desa telah dibangun di beberapa wilayah seperti Kecamatan Tanara, Pontang, Ciruas, dan kecamatan lainnya di Kabupaten Serang.
Jaga Stabilitas Harga dan Cadangan Pangan
Menurut Suhardjo, keberadaan lumbung pangan desa diharapkan menjadi pusat penguatan ekonomi desa sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
“Nanti lumbung pangan akan menyerap gabah hasil panen petani sekitar. Saat musim tanam, hasilnya bisa dikeluarkan kembali untuk kebutuhan masyarakat. Biasanya setelah panen, petani menjual seluruh hasilnya tanpa menyisakan cadangan. Akibatnya, ketika harga beras naik, mereka justru harus membeli dengan harga tinggi,” jelasnya.
Dengan adanya lumbung pangan desa, petani diharapkan memiliki cadangan sehingga tidak terdampak langsung saat harga beras melonjak di pasaran.
DKPP Kabupaten Serang juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog di beberapa lumbung pangan desa. Skema yang diterapkan adalah maklon Bulog, sehingga hasil panen petani dapat diserap dengan harga yang lebih menguntungkan.
“Petani bisa merasa diuntungkan karena hasil panennya dibeli dengan harga baik, dan lumbung pangan desa juga semakin berdaya,” tambahnya.
Ke depan, DKPP berharap setiap desa di Kabupaten Serang memiliki lumbung pangan sendiri agar tercipta kemandirian pangan di tingkat desa.
Editor: Mastur Huda











