SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten bekerja sama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten untuk berbagi takjil gratis kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, Rabu (4/3). Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kelurahan Panancangan, Kota Serang, dan di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kelurahan Karundang, Kota Serang.
Kepala Kejati Banten Bernadeta Maria Erna Elastiyani selaku Pengawas IAD Wilayah Banten ikut dalam kegiatan itu. Bernadeta didampingi Ketua IAD Wilayah Banten Koes Ardito serta para anggota IAD Wilayah Banten.
Bernadeta mengatakan, melalui kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat mempererat rasa kebersamaan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadi wujud nyata semangat berbagi dan keberkahan pada bulan suci Ramadan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Kejaksaan Tinggi Banten dengan masyarakat. Momen ini juga sekaligus menegaskan kehadiran Kejaksaan tidak semata dalam perspektif penegakan hukum saja. Nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang menguat di bulan suci ini menjadi landasan utama kegiatan ini,” kata Bernadeta.
Ia menambahkan, Ramadan adalah waktu yang sarat nilai ibadah dan ladang amal bagi setiap insan untuk berbagi dalam keikhlasan. “Bulan suci Ramadan menjadi momen yang tepat bagi kami untuk terus menebarkan kebaikan. Semoga, dari sajian takjil yang kami berikan, dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka,” ujarnya.
Sementara, Ketua IAD Wilayah Banten Koes Ardito menyatakan, agenda ini untuk menghadirkan wajah penegakan hukum yang profesional, berintegritas, sekaligus selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. “Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan, sekaligus sebagai bentuk kedekatan IAD Banten dan Kejati Banten dengan masyarakat. Diharapkan pula dapat mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” terangnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono










