PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang mudik Lebaran 2026, mulai diantisipasi Terminal Kadubanen, Kabupaten Pandeglang.
Pengelola terminal menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan bagi penumpang, sekaligus memperkuat pengamanan.
Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari penguatan pengamanan hingga penyediaan fasilitas bagi para penumpang.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diperkirakan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain menyiapkan fasilitas tambahan, pengelola terminal juga memperketat pengawasan di area terminal.
Kepala Seksi Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang, Suhaedi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung serta menyusun jadwal petugas yang akan berjaga selama periode mudik.
“Untuk persiapan, yang pertama kami telah menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di terminal. Kedua, kami juga sudah membuat jadwal petugas yang akan bertugas di lapangan,” kata Suhaedi, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, petugas akan mulai disiagakan pada 15 hingga 31 Maret 2026. Penempatan petugas dibagi ke dalam tiga titik utama di area terminal, yakni pintu masuk, area kantor terminal, serta pos bawah.
“Petugas kita bagi di tiga titik. Di pintu masuk sekitar dua sampai tiga orang, di area kantor dua orang, dan di pos bawah tiga orang,” ujarnya.
Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk kendaraan umum di terminal juga akan diperketat guna menjaga kelancaran arus penumpang sekaligus mencegah potensi gangguan selama masa mudik berlangsung.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di area terminal, Dishub Pandeglang juga melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Organda, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, termasuk dengan para pengurus kendaraan di terminal. Kami juga berkoordinasi dengan Satlantas Polres Pandeglang serta bidang lalu lintas di Dishub,” jelasnya.
Terkait jumlah armada bus yang akan beroperasi selama masa mudik, Suhaedi menyebut kewenangan tersebut berada pada pengelola terminal provinsi. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan koordinasi untuk mengetahui jumlah armada yang akan beroperasi.
“Untuk bus memang bukan kewenangan kami, tetapi kami akan berkoordinasi dengan pengelola Terminal Tarogong dan Labuan untuk mendapatkan data jumlah armada yang beroperasi saat mudik,” katanya.
Sebagai upaya meningkatkan kenyamanan penumpang, sejumlah fasilitas juga telah disiapkan di Terminal Kadubanen. Salah satunya adalah musala yang telah direhabilitasi, serta ruang khusus bagi penyandang disabilitas dan ibu menyusui.
“Fasilitas musala sudah kita siapkan, termasuk juga ruang untuk disabilitas dan ibu menyusui. Posko juga disiapkan untuk membantu pelayanan kepada penumpang,” terangnya.
Editor Daru











