SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Potensi lonjakan kasus campak menjelang Idul Fitri 1447 H menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, mengeluarkan imbauan khusus bagi para orang tua yang akan membawa bayi atau anak kecil dalam perjalanan mudik tahun ini.
Mengingat sifat virus campak yang sangat menular melalui sentuhan dan percikan ludah (droplet), dr. Ati meminta pemudik untuk lebih protektif guna menghindari risiko penularan di tempat umum atau transportasi massal.
Jangan Biarkan Bayi Sembarang Disentuh
Salah satu poin krusial yang ditekankan dr. Ati adalah interaksi sosial selama di perjalanan maupun saat tiba di kampung halaman. Menurutnya, bayi yang baru lahir atau anak usia rentan sangat berisiko tertular jika terpapar kontak fisik yang tidak higienis.
“Anak yang baru lahir jangan dibiarkan banyak disentuh oleh orang lain, kecuali tangan mereka dipastikan benar-benar bersih. Kita harus protektif demi kesehatan buah hati,” tegas dr. Ati di Serang, Kamis 19 Maret 2026.
Selain membatasi kontak fisik, dr. Ati mengingatkan pentingnya menjaga higienitas personal selama mobilitas tinggi. Ia menyarankan agar setiap keluarga selalu membawa cairan pembersih tangan sebagai langkah mitigasi awal.
” Hand sanitizer harus tetap dibawa dan digunakan secara rutin selama perjalanan mudik. Ini adalah langkah sederhana namun efektif untuk memutus rantai penularan virus melalui permukaan benda atau sentuhan tangan,” tambahnya.
Mengenal Gejala Campak (Waspada Salah Diagnosis)
Dinkes Banten mencatat bahwa gejala awal campak sering kali menyerupai flu biasa atau ISPA, yang membuat orang tua sering kali terlambat menyadari bahaya yang mengintai.
Gejala yang perlu diwaspadai:
- Demam tinggi mendadak disertai batuk dan pilek.
- Mata merah dan tubuh terasa sangat letih.
- Muncul bercak merah (ruam) pada wajah yang kemudian menyebar ke badan.
“Jangan anggap remeh batuk pilek biasa. Jika anak menunjukkan gejala tersebut, segera gunakan masker dan bawa ke posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” imbau dr. Ati.
Untuk mendukung mitigasi ini, Pemprov Banten telah menyiagakan 94 posko kesehatan lapangan di sepanjang jalur mudik.
Posko-posko ini tidak hanya melayani pengobatan, tetapi juga menyediakan vaksin campak bagi anak-anak yang belum melengkapi imunisasinya.
Editor Daru











