PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang menyoroti dua persoalan utama pada sektor pariwisata di Pandeglang. Yakni, kualitas pelayanan pengelola objek wisata dan kemacetan akses menuju destinasi unggulan.
Ketua PHRI Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto, mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan standarisasi pelayanan menjadi hal penting untuk menjaga loyalitas wisatawan, khususnya usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, wisatawan yang datang ke kawasan wisata pantai di Pandeglang memiliki ekspektasi tinggi terhadap pelayanan yang mereka terima, yang sebanding dengan biaya yang sudah mereka keluarkan.
“Peningkatan kualitas SDM sangat penting karena itu yang menentukan standar layanan kita tinggi atau tidak. Kalau kita mau pendapatan tinggi, maka kualitas pelayanan dan produknya, seperti kebersihan toilet dan keamanan parkir, harus bagus agar wisatawan merasa senang menghabiskan uangnya di Pandeglang,” kata Widiasmanto, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kualitas layanan tak hanya soal keramahan petugas, tetapi juga menyangkut kenyamanan fasilitas dasar seperti kebersihan kamar hotel, suhu pendingin ruangan (AC), area parkir yang aman, hingga toilet yang bersih.
Menurutnya, pelayanan yang baik akan menentukan apakah wisatawan ingin kembali berkunjung atau justru kapok datang ke Pandeglang.
Widiasmanto menilai, peningkatan kapasitas SDM harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di hotel dan restoran, tetapi juga kepada pelaku UMKM yang berada di kawasan wisata.
Pelatihan terkait etika pelayanan, kebersihan, hingga penataan tempat usaha dinilai perlu dilakukan secara masif agar seluruh ekosistem wisata di Pandeglang tampil lebih profesional.
“Standar kualitas ini mencakup semua, mulai dari hotel, restoran, sampai pedagang UMKM. Kita harus bisa mengimbangi maunya market yang sekarang sangat konsen terhadap kebersihan dan makanan sehat, jadi konsep penataan setiap destinasi itu sangat penting agar tidak terkesan kumuh,” ujarnya.
PHRI Pandeglang juga mendorong agar kawasan kuliner dan pusat oleh-oleh khas Pandeglang seperti emping, otak-otak, dan gula aren ditata lebih menarik dan estetik.
Menurutnya, konsep destinasi yang rapi, nyaman, dan instagramable akan menambah daya tarik wisatawan, terutama di era media sosial seperti saat ini.
PHRI Pandeglang berharap, pembenahan pelayanan wisata dapat dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan pelaku usaha agar sektor pariwisata Pandeglang semakin kompetitif dan mampu menarik kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.
Editor: Agus Priwandono











