JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mendapat pengalaman berbeda dalam mempelajari jurnalistik foto.
Mereka mengikuti kunjungan dan master class langsung di Galeri Nasional Indonesia, Kamis 30 April 2026, dengan penekanan bahwa foto bukan sekadar hasil jepretan, melainkan narasi sejarah yang utuh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan praktik pembelajaran berbasis lapangan, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik fotografi, tetapi juga memahami makna, konteks, serta tanggung jawab etis dalam menghasilkan karya visual jurnalistik.
Kurator Galeri Nasional Indonesia, Bayu Genia Krishbie menjelaskan, mahasiswa diajak melakukan observasi langsung terhadap proses kuratorial, teknik penataan karya, hingga perawatan koleksi nasional.
“Ini bagian dari penguatan sinergi antara kurikulum akademik dengan industri kreatif, sejalan dengan semangat Kampus Merdeka,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Humas dan Kemitraan Galeri Nasional, Desy Novita Sari menuturkan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan perguruan tinggi, termasuk program magang lintas disiplin.
“Mahasiswa bisa terlibat dalam manajemen galeri, publikasi digital, hingga strategi pemasaran seni,” katanya.
Edukator Galeri Nasional, Vicka dan Abim, menambahkan bahwa pemahaman konteks sejarah menjadi kunci dalam jurnalistik foto.
“Mahasiswa sering fokus pada momen saat ini. Kami dorong mereka memahami konteks masa lalu agar foto memiliki kedalaman makna,” jelasnya.
Ketua Prodi KPI, Muhibuddin menyebut kegiatan ini sebagai bentuk dakwah visual yang menghubungkan nilai keislaman dengan identitas kebangsaan.
“Foto jurnalistik dapat menjadi medium komunikasi budaya yang kuat dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Dosen pengampu Jurnalistik Foto, Fuad Fauji menegaskan bahwa galeri negara memiliki peran penting dalam menjaga rekam jejak sejarah bangsa.
“Foto jurnalistik adalah bukti faktual. Karena itu, standar kejujuran visual harus dijaga tanpa manipulasi,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan peninjauan koleksi fotografi hasil akuisisi Galeri Nasional, sebagai bagian dari edukasi perkembangan kreativitas fotografer nasional.
Editor: Abdul Rozak











