KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Antusiasme pelajar terhadap layanan Bus Sekolah Gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meningkat. Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah siswa yang menggunakan layanan tersebut mencapai 98.066 pelajar.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Achmad Arofafah mengatakan, jumlah pengguna bus sekolah gratis mengalami lonjakan signifikan. “Berdasarkan data kami, jumlah siswa yang menggunakan bus sekolah gratis naik dari 42.466 siswa pada 2024 menjadi 98.066 siswa pada 2025. Kenaikannya sekitar 131 persen,” ujar Achmad Arofafah di kantornya, Rabu, 6 Mei 2026.
Kata dia, tingginya minat pelajar tersebut membuat Pemkot Tangsel menambah jumlah armada bus sekolah yang sebelumnya hanya lima menjadi 10 unit. Program Bus Sekolah Gratis sendiri mulai berjalan sejak 2023. Bus tersebut diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD dan SMP di Tangsel.
“Demand siswa yang menggunakan bus sekolah terus meningkat. Awalnya lima unit, kemudian bertambah menjadi 10 unit,” katanya. Saat ini, sebanyak 10 bus sekolah melayani sembilan rute menuju sekolah-sekolah di wilayah Tangsel.
Dari total armada tersebut, lima unit merupakan kendaraan plat merah milik pemerintah daerah. Sementara lima unit lainnya merupakan armada sewa dari pihak ketiga.
Achmad menilai, keberadaan bus sekolah gratis memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya pelajar dan orang tua. Selain membantu akses transportasi menuju sekolah, layanan tersebut juga mampu mengurangi kemacetan di jam sibuk serta menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
“Kalau anak-anak sudah menggunakan bus sekolah, itu bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan dan mengurangi kendaraan menuju sekolah,” jelasnya.
Untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, Dishub Tangsel juga membuat grup WhatsApp di setiap jalur bus yang melibatkan sopir, orang tua, dan siswa. Menurut Achmad, langkah tersebut agar proses penjemputan lebih terpantau dan bus tidak berjalan kosong di titik pemberhentian.
“Kami buat grup WA per jalur supaya titik penjemputan lebih terpantau dan bus tidak berjalan kosong,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











