CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – (A), ibu dari KS (11), korban dugaan pencabulan di Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, mengaku hingga kini masih diliputi rasa takut dan khawatir lantaran terduga pelaku berinisial A (40) belum berhasil ditangkap polisi.
A mengatakan, dirinya bersama keluarga masih merasa tidak tenang sejak peristiwa dugaan pencabulan yang menimpa anaknya terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026.
“Saya ibu korban masih merasa ketakutan dan kekhawatiran karena dia belum tertangkap, nyatanya sampai sekarang belum tertangkap,” ujarnya dalam video yang ia unggah disosial media.
Ia mengungkapkan, sehari-hari bekerja sebagai tukang urut dan home care yang harus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai panggilan pelanggan.
Kondisi tersebut membuatnya semakin khawatir terhadap keselamatan anak dan keluarganya.
“Saya sendiri tukang urut dan home care pergi dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai panggilan customer,” katanya.
Karena itu, ia meminta aparat kepolisian segera menangkap terduga pelaku demi mencegah munculnya korban lain.
“Karena belum tertangkap kami benar-benar takut. Mohon Pak Wali dan warga lainnya jangan disembunyikan demi keselamatan semua,” tuturnya.
Menurut A, anaknya bukan satu-satunya korban yang diduga pernah menjadi sasaran pelaku. Namun, kata dia, korban lainnya memilih takut untuk melapor.
“Karena anak saya bukan satu-satunya korban lainnya, mereka takut melapor. Terus terang pelaku juga telepon dan chat minta damai,” ungkapnya.
A menjelaskan, sebelum kejadian pelaku diduga berpura-pura membeli rokok di warung milik keluarganya yang saat itu dijaga korban seorang diri.
“Pelaku pura-pura beli rokok, anak saya ditarik, dipeluk, dicium-cium dan dilakukan hal-hal tidak senonoh. Rumah pelaku juga di seberang rumah korban,” jelasnya.
Ia berharap aparat kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku agar masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan sekitar, merasa aman.
“Tolong semua aparat segera tangkap, jangan sampai ada banyak korban lainnya. Saya takut saat menuju rumah customer dia melakukan tindakan yang tidak-tidak lagi,” katanya.
A mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya. Bahkan, kata dia, korban sempat ketakutan hingga berlari ke kamar saat pelaku diduga menggedor pintu rumah.
“Saya merasa hancur membayangkan anak saya. Meski pintu sudah ditutup, pintu masih digedor-gedor, anak saya sampai lari ke kamar,” pungkasnya.
Sebelumnya, KS (11) diduga menjadi korban pencabulan saat menjaga warung milik keluarganya di wilayah Pulomerak.
Editor: Agus Priwandono











