SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Fraksi NasDem DPRD Banten, Wawan Suhada, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai melakukan diversifikasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar kemandirian fiskal daerah semakin kuat.
Menurut Wawan, ketergantungan terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tidak bisa terus dipertahankan sebagai sumber utama pendapatan daerah. Pemerintah diminta mulai menggali sektor lain yang memiliki potensi besar di Banten.
“Jangan sampai ketergantungan kita terlalu besar pada pajak kendaraan bermotor. Memang hari ini kontribusinya besar, tapi pemerintah harus punya strategi jangka panjang dalam meningkatkan PAD dari berbagai sektor,” kata Wawan, Minggu 24 Mei 2026.
Ia menilai, Provinsi Banten masih memiliki banyak sumber pendapatan yang belum tergarap maksimal. Mulai dari sektor jasa, pengembangan kawasan industri, optimalisasi retribusi daerah, hingga pengelolaan aset pemerintah yang lebih produktif.
Menurutnya, potensi ekonomi Banten cukup besar mengingat pertumbuhan sektor perdagangan dan industri terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
“Banten ini daerah industri, perdagangan juga tumbuh. Belum lagi sektor wisata dan aset pemerintah yang sebenarnya bisa dikelola lebih produktif. Tinggal bagaimana pemerintah kreatif mengelolanya,” ujarnya.
Wawan juga mendorong Pemprov Banten membangun sistem pendataan potensi daerah yang lebih akurat dan terintegrasi. Hal itu penting agar setiap peluang pendapatan bisa dipetakan secara komprehensif.
“Kalau data potensi daerah kuat, pemerintah akan lebih mudah menentukan kebijakan untuk meningkatkan PAD secara terukur,” katanya.
Sorotan DPRD Banten tersebut muncul di tengah capaian penerimaan PKB yang masih cukup tinggi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten mencatat hingga 20 Mei 2026 pukul 09.30 WIB, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor mencapai Rp718 miliar atau sekitar 29,93 persen dari target Rp2,3 triliun pada 2026.
Meski demikian, Wawan menilai capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah terlalu nyaman bergantung pada satu sumber penerimaan.
“Pemerintah harus mulai menyiapkan sumber-sumber pendapatan baru dari sekarang agar fiskal daerah lebih sehat dan kuat ke depan,” tegasnya.
Editor: Abdul Rozak











