SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 900 guru di Provinsi Banten mengikuti proses seleksi untuk mengisi 47 jabatan kepala sekolah SMA dan SMK negeri. Seleksi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk mengisi posisi kepala sekolah definitif yang selama ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Sekretaris Dindikbud Banten, Rachmat Tamam mengatakan, saat ini terdapat 47 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif.
Kekosongan kepala SMA dan SMK negeri itu tersebar di sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Lebak.
“Sekarang lagi proses seleksi. Paling banyak kekosongan itu Kabupaten Lebak kalau enggak salah,” kata Rachmat, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, dari sekitar 2.700 guru yang memenuhi syarat mengikuti seleksi kepala SMA dan SMK negeri, hanya sekitar 900 orang yang mengajukan diri dan mengikuti tahapan seleksi.
“Yang mau ikut kan itu hak. Ada juga guru yang tidak berminat menjadi kepala sekolah. Dari sekitar 2.700 yang memenuhi syarat, yang ikut sekitar 900 orang, sementara kuotanya 47,” ujarnya.
Rachmat menjelaskan, seluruh peserta seleksi kepala SMA dan SMK negeri merupakan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses seleksi dilakukan melalui sistem yang terintegrasi secara nasional sesuai aturan terbaru yang mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
Dindikbud Banten menargetkan proses seleksi kepala SMA dan SMK negeri dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga pelantikan kepala sekolah definitif bisa dilakukan pada Juli atau Agustus 2026.
“Kami targetkan setelah proses SPMB selesai karena akan berkaitan dengan penandatanganan ijazah, MPLS dan kegiatan sekolah lainnya,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











