SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Petani muda asal Banten kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui inovasi bertajuk “Transformasi Industri Kelapa Banten: Dari Bioteknologi Hulu hingga Kewirausahaan Sirkular”, mereka berhasil meraih Juara II Temu Karya Petani pada ajang Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI Tahun 2026 yang digelar di Gorontalo.
Ketua KTNA Banten, Oong Syahroni, mengatakan capaian tersebut membuktikan bahwa generasi muda di sektor pertanian mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus menjawab berbagai tantangan pertanian modern.
“Alhamdulillah, penelitian yang dipresentasikan oleh petani muda Banten berhasil mengantarkan Provinsi Banten meraih Juara II pada Temu Karya Petani di Penas KTNA Gorontalo. Ini menjadi kebanggaan bagi seluruh petani Banten karena menunjukkan bahwa anak-anak muda kita mampu berinovasi dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Oong kepada Radar Banten, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, tetapi juga membangun ekosistem industri kelapa yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi petani dan masyarakat pedesaan.
Dalam karya yang dipresentasikan, tim petani muda Banten mengusung konsep pengembangan industri kelapa berbasis teknologi yang menghubungkan proses produksi, pengolahan, inkubasi bisnis, hingga pemasaran produk. Model tersebut dirancang untuk menciptakan rantai usaha yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Oong menilai inovasi tersebut sejalan dengan tantangan pembangunan pertanian saat ini yang tidak hanya menuntut peningkatan produktivitas, tetapi juga penguatan hilirisasi dan nilai ekonomi hasil pertanian.
“Selama ini petani sering kali hanya fokus pada produksi. Padahal nilai ekonomi terbesar justru berada pada proses pengolahan dan pemasaran. Melalui inovasi ini, petani diajak melihat pertanian sebagai sebuah ekosistem bisnis yang utuh,” katanya.
Ia berharap prestasi yang diraih di Gorontalo dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi.
“Petani muda harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian. Prestasi ini membuktikan bahwa sektor pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan apabila dikelola dengan inovasi dan teknologi,” tegasnya.
KTNA Banten juga berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara petani, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dalam mengembangkan pertanian modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Editor: Mastur Huda











